SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng Banyuwangi menegaskan komitmennya dalam menjalankan tuntunan ibadah mahdhah sesuai rukun, syarat, dan tata cara yang ditetapkan al-Qur’an dan Hadis.
Pada Ujian Praktik Ibadah Sumatif Akhir Semester (SAS) Ganjil 2025 yang digelar dua hari, Senin–Selasa (24–25/11/2025), seluruh penilaian mengacu pada Himpunan Putusan Tarjih (HPT).
Sebagaimana program rutin setiap semester, ujian terdiri atas dua bagian yang tidak terpisahkan, yaitu ujian praktik ibadah dan ujian teori—baik berbasis kertas maupun komputer.
Untuk kelas X, materi praktik mencakup thaharah: wudu, tayamum, mandi wajib, azan (laki-laki), dan ikamah (perempuan). Kelas XI diuji praktik shalat wajib, pada rakaat pertama membaca surah Al-Zalzalah lalu Al-‘Adiyat pada rakaat kedua hingga salam.
Adapun kelas XII mengikuti ujian praktik shalat Subuh dengan bacaan surah Ad-Dhuha pada rakaat pertama dan Al-Qadr pada rakaat kedua.
Seluruh praktik ibadah dilakukan secara individual, bukan berjamaah. Setiap siswa wajib mengikuti ujian praktik karena berpengaruh terhadap nilai rapor. Bagi siswa yang beragama Hindu dan Kristen, penilaian disesuaikan melalui penguji dari tokoh agama masing-masing.
Koordinator Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba), Muhammad Sulim, S.I.P., mengingatkan para penguji agar tidak hanya memberikan nilai, tetapi juga membimbing siswa dalam bacaan dan gerakan ibadah.
“Semua tata cara wudhu, tayamum, mandi wajib, dan shalat kita pedomani dari HPT. Bapak dan Ibu bisa menggunakan HPT Jilid 3 yang cukup fleksibel dalam penjelasannya,” tegasnya.
Kepala SMA Muha Genteng, Hj. Ani Sudarmi, M.Pd., juga menegaskan tujuan utama dari ujian praktik ibadah yang selama ini dilaksanakan.
“Inti dari praktik ibadah bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi menanamkan kesadaran agar anak-anak menjadikan shalat sebagai kebutuhan. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.





0 Tanggapan
Empty Comments