Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Smamdela Warnai Akhir Semester dengan Ujian Tujuh Warna, Hadirkan Angin Segar dan Semangat Baru Bagi Siswa

Iklan Landscape Smamda
Smamdela Warnai Akhir Semester dengan Ujian Tujuh Warna, Hadirkan Angin Segar dan Semangat Baru Bagi Siswa
Pelaksanaan Project Based Learning ( PjBL) Smamdela. (Motreigh/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana berbeda terasa di SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) pada Kamis pagi (11/12/2025). Jika biasanya akhir semester identik dengan ujian yang menegangkan, tahun ini Smamdela tampil lebih dinamis dengan penerapan konsep ujian “tujuh warna” dalam Penilaian Sumatif Akhir Semester.

Konsep tersebut menghadirkan tujuh model ujian berbeda, yaitu ujian berbasis smartphone (CBT), ujian paper, ujian kokurikuler, belajar dari tokoh, ujian kolaboratif, Project Based Learning (PJBL), dan ujian Tasmi. Setiap “warna” menjadi simbol keberagaman pengalaman belajar, menjadikan evaluasi tidak sekadar menilai kemampuan akademik, tetapi juga memberi ruang eksplorasi.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Yuyun Minarti, S.E., menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keresahan siswa terkait kejenuhan dan tekanan ujian konvensional.

“Aspirasi siswa melahirkan ujian kolaboratif. Kami juga ingin memberikan pengalaman dan skill abad 21 melalui ujian belajar dari tokoh, presentasi, dan PJBL,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ujian kini bukan hanya soal angka, tetapi pembentukan karakter.

“Harapannya, siswa mampu mengasah komunikasi, kolaborasi, dan tanggung jawab sesuai tuntutan zaman,” harapnya.

Ragam Ujian

Meskipun mengusung banyak inovasi, Smamdela tetap mempertahankan beberapa ujian konvensional. Putri Dwi Astuti, penanggung jawab PSTS, menyebutkan bahwa matematika, fisika, dan kimia tetap menggunakan CBT dan paper.

“Dengan paper, siswa lebih fokus dan potensi kecurangan bisa diminimalisir,” jelasnya.

Ragam bentuk ujian juga diarahkan untuk menggali potensi terbaik siswa. Melalui belajar dari tokoh, mereka dapat berdialog dengan sosok inspiratif. PJBL mengajak siswa menyelesaikan masalah nyata, ujian kokurikuler mengembangkan bakat non-akademik, ujian kolaboratif membangun kerja tim, sementara Tasmi memberi penguatan spiritual.

Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, menegaskan bahwa sekolah berkomitmen menciptakan evaluasi yang lebih manusiawi.

“Smamdela ingin memfasilitasi siswa berkembang sesuai bakat minatnya. Kami ingin membantu mereka menjadi versi terbaik dari dirinya,” ujarnya.

Emi berharap penerapan ujian “tujuh warna” menjadikan akhir semester sebagai momentum pembentukan karakter, bukan sekadar pengukuran pengetahuan.

“Semoga melalui pengalaman ini, siswa lebih siap menghadapi tantangan, lebih kritis, dan tumbuh karakter yang baik,” tutupnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu