Petugas Puskesmas Karanggeneng melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bagi murid SMP Muhammadiyah 5 Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Selasa (3/2/2025). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–11.00 WIB tersebut dilaksanakan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya peningkatan pemahaman kesehatan bagi peserta didik.
Koordinator petugas Puskesmas yang hadir dalam kegiatan tersebut merupakan alumni SMP Muhammadiyah 5 Karanggeneng angkatan 1985. Kehadiran para petugas disambut baik oleh pihak sekolah dan para murid yang mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias.
Dalam kegiatan tersebut, murid-murid diberikan pengetahuan dasar tentang kesehatan secara umum. Materi yang disampaikan mencakup upaya pencegahan penyakit, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini bertujuan agar murid memiliki kesadaran sejak dini dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
Selain kesehatan umum, petugas Puskesmas juga memberikan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan ciri fisik masa remaja, fungsi organ reproduksi, serta penjelasan mengenai relasi antara laki-laki dan perempuan. Dalam konteks tersebut, murid diajak memahami pentingnya komunikasi yang baik, saling menghargai, tidak memaksakan kehendak, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Petugas juga menyampaikan bahwa rasa tertarik atau cinta pada masa remaja merupakan hal yang wajar. Namun demikian, murid diingatkan agar perasaan tersebut tidak mengarah pada perilaku yang dapat menimbulkan fitnah maupun kekerasan dalam hubungan pergaulan atau pacaran.
Dalam sesi lanjutan, petugas Puskesmas menjelaskan tiga jenis sentuhan yang perlu dipahami oleh murid. Pertama, sentuhan yang menyenangkan, seperti belaian kasih sayang. Kedua, sentuhan yang menyakitkan, yaitu kekerasan fisik. Ketiga, sentuhan yang membingungkan, yakni sentuhan pada bagian privat seperti kemaluan dan dada.
Murid diajarkan langkah-langkah yang harus dilakukan apabila mengalami sentuhan yang tidak pantas, yaitu dengan mengatakan tidak mau (no), menjauh atau pergi (go), serta menceritakan kejadian tersebut kepada orang yang dapat dipercaya (tell). Prinsip yang sama juga ditekankan apabila murid diajak merokok, mabuk, atau melakukan hubungan badan.
Selain edukasi, petugas Puskesmas juga memberikan obat-obatan dasar untuk membantu mengatasi keluhan kesehatan ringan sebelum dilakukan konsultasi atau pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.
Kegiatan ditutup dengan ungkapan doa dan apresiasi dari para murid. Murid-murid mengucapkan “jazakallahu khaira” kepada petugas Puskesmas. Ucapan tersebut dijawab dengan “wajazakumullahu khairan”, disertai harapan agar Allah Swt. membalas kebaikan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments