Sebanyak 240 wali siswa mengikuti kegiatan sosialisasi program bimbingan belajar untuk persiapan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Kegiatan ini melibatkan 140 wali siswa kelas XII Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Karangasem (Mamsaka) Paciran dan 100 wali siswa SMA Muhammadiyah 6 Pondok Pesantren Karangasem Paciran.
Acara yang digelar di aula KH Abdurrahman Syamsuri, Pondok Pesantren Karangasem ini berlangsung pada Sabtu (27/9/2025) dengan penuh antusias. Sosialisasi tersebut terselenggara berkat kerja sama antara guru Bimbingan Konseling (BK) dari kedua sekolah dengan Lembaga Belajar AJLC.
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman lebih awal kepada para wali siswa mengenai strategi dan persiapan menghadapi seleksi PTN jalur SNBT.
Para wali siswa mendapatkan penjelasan detail tentang teknis pelaksanaan SNBT, materi yang diujikan hingga pentingnya pendampingan orang tua dalam mendukung keberhasilan anak.
Dalam sosialisasi tersebut, perwakilan guru BK dari lembaga Pondok Pesantren Karangasem, Anwas Rosydi, S.Psi., menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh wali siswa kelas XII, baik dari MA Muhammadiyah 1 maupun SMA Muhammadiyah 6 Pondok Pesantren Karangasem Paciran, atas kehadiran dan partisipasinya dalam acara ini.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran bapak ibu wali siswa kelas XII yang telah menyempatkan hadir dalam kegiatan sosialisasi ini,” katanya.
Anwas Rosyidi menyampaikan bahwa persiapan matang sangat dibutuhkan sejak dini agar siswa dapat bersaing secara maksimal.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin membangun sinergi antara sekolah, lembaga bimbingan belajar, dan orang tua sehingga siswa lebih siap menghadapi tantangan masuk PTN,” ujarnya.
Sementara itu, guru BK Mamsaka, Emma Juwitasari menambahkan bahwa dukungan orang tua merupakan faktor penting dalam proses belajar siswa.
“Kami berharap setelah sosialisasi ini, orang tua dapat lebih memahami peran strategisnya dalam mendampingi putra-putrinya belajar di rumah dan mengikuti bimbingan dengan lebih terarah,” jelasnya.
Lembaga Belajar AJLC, sebagai mitra dalam kegiatan ini, memaparkan strategi belajar efektif serta metode pendampingan yang telah terbukti membantu siswa lolos ke perguruan tinggi favorit. Mereka juga menekankan pentingnya pola belajar yang konsisten, manajemen waktu, serta latihan soal yang berkesinambungan.
Para wali siswa menyambut baik kegiatan ini. Banyak di antara mereka merasa mendapat pencerahan baru tentang langkah-langkah yang harus ditempuh. Dengan pemahaman yang lebih baik, orang tua diharapkan dapat menjadi motivator utama sekaligus pendamping yang aktif dalam perjuangan anak menuju perguruan tinggi negeri.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, sekolah berharap terjalin komunikasi yang lebih erat antara orang tua, guru, dan lembaga bimbingan. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan minat dan bakatnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments