Search
Menu
Mode Gelap

Spirit Surat As-Shaff Ayat 10–11 Warnai Musypimcab I PCA Sidayu di Malang

Spirit Surat As-Shaff Ayat 10–11 Warnai Musypimcab I PCA Sidayu di Malang
Innik Nikmatin, S.Pd., M.Pd., saat memberikan pidatonya di acara Musypimcab PCA Sidayu. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik, Innik Hikmatin, S.Pd., M.Pd.I., menekankan pentingnya landasan niat yang kokoh dalam berjuang berorganisasi. Pesan tersebut disampaikan dalam pidatonya pada Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) I Aisyiyah Sidayu yang berlangsung pada (13–14/12/2025) di salah satu hotel di Malang.

Pidato diawali dengan sapaan kepada seluruh peserta Musypimcab yang terdiri atas pimpinan cabang dan 17 pimpinan ranting Aisyiyah di Sidayu. Innik Hikmatin kemudian membacakan Surat As-Shaff ayat 10–11 beserta terjemahannya, lalu menjelaskan makna ayat tersebut sebagai spirit perjuangan.

“Jika kita mengingat Al-Quran Surat As-Shaff ayat 10–11, kita tidak boleh mengeluh dan tidak boleh lelah dalam berjuang. Kita harus terus bersemangat dan berani menghadapi tantangan. Insyaallah, Allah akan memberikan kemenangan di hari esok,” tuturnya.

Innik Hikmatin yang mengikuti kegiatan sejak awal pelaporan memberikan apresiasi atas perjuangan pimpinan cabang dan ranting Aisyiyah Sidayu dalam menyampaikan laporan kerja, baik dari tingkat cabang hingga 17 ranting. Ia juga merekomendasikan agar seluruh perjuangan, pengorbanan tenaga, harta, dan pikiran tersebut dituliskan sebagai catatan sejarah organisasi.

“Semua perjalanan panjenengan yang penuh tantangan ini, jika tidak ditulis, akan hilang. Anak-anak kita di masa mendatang harus tahu bagaimana perjuangan ibu-ibu sekalian,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyinggung peran strategis PCNA Sidayu dalam membersamai kegiatan Aisyiyah, khususnya dalam pengkaderan dan penguatan syiar melalui media daring. Ia mengapresiasi keberhasilan Aisyiyah Sidayu menjadikan Gerakan Perempuan Mengaji (GPM) sebagai ikon yang menonjol, baik dari sisi jumlah, frekuensi, kualitas, maupun strategi gerakan.

Sinergi antar-amal usaha juga dinilai berjalan baik, seperti keterlibatan siswa Diniyah Wustha, SMAM 04, MA 01, dan MTsM 04 dalam kegiatan GPM. Namun demikian, Innik menilai pemberitaan daring masih perlu ditingkatkan dengan dukungan PCNA berupa produk dakwah digital.

Dalam rekomendasinya, Innik Hikmatin menekankan pentingnya pemetaan mubalighat di Majelis Tabligh serta penyampaian materi pengajian yang terstruktur, termasuk Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah dan lima pilar keluarga sakinah.

Pada Majelis Ekonomi, ia merekomendasikan pengadaan buku Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) di tingkat cabang dan ranting. Sementara itu, Majelis Kesejahteraan Sosial didorong untuk menambah santunan bagi anak disabilitas di tingkat ranting.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Untuk penguatan ranting, ia mengusulkan pengembangan program Qaryah Thayyibah di beberapa ranting yang memiliki potensi, meskipun dengan lahan terbatas dan memanfaatkan fasilitas yang ada. Program tersebut nantinya menjadi tanggung jawab bersama antara ranting dan cabang.

Ia juga menekankan peran Majelis Pendidikan dalam edukasi kepada masyarakat terkait dampak penggunaan gawai pada anak usia dini, serta pentingnya kerja sama lintas lembaga melalui nota kesepahaman (MoU) demi menjaga kawasan Qaryah Thayyibah.

Selain itu, PCA Sidayu didorong untuk mengembangkan Posyandu Lansia Sakinah Terpadu yang berpusat di kantor PCA dengan melibatkan sinergi antarmajelis.

Dalam kesempatan tersebut, Innik Hikmatin mencontohkan ranting Lasem yang selama dua tahun konsisten mengikuti gerakan Green Idul Fitri dan Green Idul Adha dengan mengurangi penggunaan sampah plastik.

“Ini merupakan implementasi Surat Al-A’raf ayat 56. Sebagai warga Aisyiyah dengan pemikiran bayani, burhani, dan irfani, kita perlu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam gerakan Green Idul Adha,” jelasnya.

Ia juga memperkenalkan ISWARA (Ikatan Saudagar dan Wirausaha Aisyiyah) yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan bazar dan usaha ekonomi.

Menutup pidatonya, Innik Hikmatin berharap seluruh peserta senantiasa diberi kesehatan dan seluruh rencana yang dibahas mendapat rida Allah Swt. Musypimcab ini diharapkan menjadi sarana evaluasi dan perumusan strategi baru untuk mengoptimalkan program kerja demi terwujudnya gerakan Islam berkemajuan.

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments