Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Suami Penyangga Kebahagiaan Istri

Iklan Landscape Smamda
Suami Penyangga Kebahagiaan Istri
Oleh : Ahmad Afwan Yazid, M.Pd Wakil Kepala SD Muhammadiyah 4 Kota Malang, Praktisi Pendidikan dan Parenting Keluarga
pwmu.co -

Kebahagiaan rumah tangga adalah harapan setiap pasangan. Dalam Islam, kebahagiaan seorang istri erat kaitannya dengan ridho suami.

Karena itu, suami dituntut menjadi pendamping yang penuh perhatian, memberikan dukungan tulus, dan membimbing istri agar tetap berada dalam jalur agama.

Sebaliknya, istri juga perlu menjaga sikap hormat, kesetiaan, dan ketaatan selama tidak bertentangan dengan syariat.

Harmoni antara keduanya akan menghadirkan ketentraman batin dan menguatkan ikatan emosional.

Ridho Allah menjadi tujuan utama, sehingga keluarga tidak hanya bahagia secara lahiriah, tetapi juga dirahmati-Nya.

Dengan begitu, rumah tangga dapat berkembang menjadi keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah, yang kokoh menghadapi tantangan zaman serta menjadi teladan dalam menebarkan nilai-nilai dakwah.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum ayat 21:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kamu berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

Ayat ini menegaskan bahwa suami dan istri adalah pasangan yang saling melengkapi, menghadirkan ketentraman, kasih, dan sayang.

Kebahagiaan seorang istri sangat bergantung pada ridho suami, sedangkan ridho itu lahir dari komitmen keduanya untuk taat pada aturan Allah SWT.

Dengan demikian, rumah tangga akan dirahmati dan diliputi keberkahan.

Rasulullah SAW juga memberikan tuntunan agar seorang suami selalu bersikap baik dan mendukung istrinya dalam segala keadaan. Beliau bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik di antara kalian kepada keluargaku.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menjadi pedoman bagi suami untuk senantiasa memperlakukan istri dengan kelembutan, kasih sayang, dan perhatian.

Suami yang mendukung istri dalam menjalankan kebaikan serta istiqamah dalam agama akan memperoleh keberkahan dan kebahagiaan dalam rumah tangga.

Dalam Islam, istri yang taat beragama serta menjunjung tinggi syariat merupakan anugerah berharga yang wajib dihargai.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dukungan suami tidak hanya berupa kasih sayang, tetapi juga dorongan moral agar istri mampu menjalankan perannya sebagai pendamping hidup, ibu yang mendidik anak, serta pribadi yang berkontribusi dalam dakwah dan aktivitas sosial keagamaan.

Ketika istri merasa dihargai, didukung, dan dicintai dalam koridor agama, rumah tangga akan terbangun dengan harmonis, sehingga tercipta keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Allah menjelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 187:

هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ

Mereka (istri-istri) adalah pakaian bagimu, dan kamu (suami) adalah pakaian bagi mereka.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Kiasan “pakaian” dalam Al-Qur’an mengandung makna mendalam bahwa suami dan istri saling  melindungi, menutupi kekurangan, sekaligus melengkapi satu sama lain.

Ikatan ini akan semakin kuat bila keduanya saling menerima, mendukung dalam kebaikan, serta berpegang pada tuntunan agama.

Karena itu, suami harus menjaga istrinya, begitu pula istri harus menjaga suaminya, sebagai wujud tanggung jawab atas amanah yang telah diikrarkan saat akad pernikahan.

Rumah tangga yang dibangun atas dasar ridha Allah, dengan dukungan suami dan ketaatan istri, akan melahirkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Suasana penuh cinta, kedamaian, dan pengasuhan sesuai syariat juga menjadi ladang dakwah yang memberi teladan, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.

Karenanya, setiap suami hendaknya bersungguh-sungguh menjadi pendukung utama bagi istrinya dalam kehidupan rumah tangga.

Jadilah suami yang sabar, pemaaf, dan mampu memotivasi istri agar senantiasa teguh menjalankan perintah agama.

Dengan ketulusan hati dan komitmen yang kuat terhadap ajaran Allah, kebahagiaan rumah tangga akan diraih dengan ridha-Nya.

Semoga setiap rumah tangga Muslim senantiasa diberi taufik dan ridha Allah SWT, menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta menjadi ladang dakwah yang membawa keberkahan bagi sesama.***

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu