Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Syaikh Khairiy Bahas Bahaya Kebohongan dalam Kultum Ramadan

Iklan Landscape Smamda
Syaikh Khairiy Bahas Bahaya Kebohongan dalam Kultum Ramadan
Syaikh Khairy saat memberi Kultum Ramadan di Ponpes Al-Ishlah Sendangagung Paciran Lamongan (Zidan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Syaikh Khairiy Abdel Sattar, guru utusan Al-Azhar asal Mesir yang menjadi guru kehormatan selama tiga tahun di Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, menyampaikan kultum Ramadan dengan tema “Bahaya Kebohongan” pada Senin (2/3/2026). Kultum tersebut disampaikan seusai salat Dzuhur di Masjid Al-Ishlah.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 2.000 santri. Syaikh Khairiy setiap hari menyampaikan kultum Ramadan setelah salat Dzuhur dengan menggunakan bahasa Arab secara penuh. Ia tidak menggunakan bahasa Indonesia karena tidak dapat berbicara selain dalam bahasa Arab.

Suasana masjid berlangsung tertib. Para santri duduk rapi sesuai saf salat dan menyimak penjelasan yang disampaikan. Seluruh rangkaian kultum berlangsung dalam suasana yang khidmat.

“Di bulan Ramadhan kita tidak hanya menahan lapar dan haus belaka, akan tetapi kita juga harus menahan lisan kita dari mengucapkan perkataan yang sia-sia bahkan yang diharamkan oleh Allah, inilah yang dinamakan puasa lisan,” Syaikh Khairiy mengawali kultumnya.

Lanjutnya, “Lisan menjadi anggota tubuh paling berbahaya setelah hati karena lisan menjadi gambaran apa yang ada di hati seseorang. Salah satu bahaya lisan adalah mengucapkan kebohongan. Seperti yang kita tahu, bohong adalah tindakan baik perkataan maupun perbuatan yang tidak sesuai dengan apa yang terjadi,” tandasnya.

Ia juga memaparkan bahwa kebohongan merupakan salah satu tanda seseorang memiliki sifat munafik, sebagaimana sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ (صحيح البخاري ٢٧٤٩)

“Seorang yang munafik ancamannya sangat besar jika ia tidak bertobat kepada Allah ta’ala. Karena di dalam kubur Allah telah menyiapkan siksa yang pedih baginya, begitu pun di akhirat ia akan ditempatkan di neraka yang paling dalam,” imbuh ustadz berusia 54 tahun ini.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Di akhir kultumnya, Syaikh Khairiy mengutip hadis dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَالْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا وَقَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّهُ يَعْنِي الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ.

Rasulullah Saw bersabda, “Jauhilah berdusta karena kedustaan dapat menunjukkan kepada perbuatan dosa dan perbuatan dosa dapat memasukkan ke dalam neraka, seseorang senantiasa berdusta hingga ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.”

Ia berkata, Nabi Muhammad Saw bersabda, “Hendaklah kalian jujur, karena kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan dapat menunjukkan ke surga, sesungguhnya ia yakni seseorang berbuat jujur dan memilih kejujuran hingga ditulis di sisi Allah ‘Azza wa Jalla sebagai orang yang jujur.” Abu Mu’awiyah berkata, “Dan seorang laki-laki senantiasa berbuat jujur dan memilih kejujuran.”

Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa seseorang yang berbohong berpotensi mengulangi kebohongan untuk menutupi kebohongan sebelumnya sehingga dapat dicatat sebagai pendusta. Ia mengingatkan jamaah agar menjaga lisan dan membiasakan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu