Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Takerharjo Ono Gawe: Kebangkitan Pemuda Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Takerharjo Ono Gawe: Kebangkitan Pemuda Muhammadiyah
Takerharjo Ono Gawe: Kebangkitan Pemuda Muhammadiyah dari Solokuro
Oleh : Nashrul Mu’minin Content Writer

Takerharjo benar-benar “ono gawe”. Pada Kamis pagi, 26 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, suasana Masjid Ar-Royyan Takerharjo berubah menjadi ruang perjumpaan gagasan, silaturahmi, dan harapan.

Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh PCPM Solokuro bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk membaca arah gerak Pemuda Muhammadiyah di tengah kompleksitas zaman.

Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh penting yang tidak hanya memiliki posisi strategis, tetapi juga membawa simbol keberlanjutan gerakan. Di antaranya Najih Prastiyo, SH., M.H. (Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah), Ahmad Labib, SH., M.H. (Anggota Komisi VI DPR RI), Drs. H. Husnul Aqib, MM (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur), Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA., M.Ek. (Bupati Lamongan), M. Anang Naruzaqi (Ketua PWPM Jawa Timur), Husni Labib Saputra (Ketua PDPM Lamongan), hingga Supriyanto (Ketua PCPM Solokuro).

Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi representasi kesinambungan antara ide, gerakan, dan kepemimpinan.

Halal Bihalal dalam tradisi Muhammadiyah bukan hanya budaya saling memaafkan, tetapi juga ruang refleksi kolektif. Ia menjadi titik temu antara nilai spiritual dan gerakan sosial. Di Takerharjo, makna itu terasa nyata—bahwa silaturahmi bukan hanya menyambung hubungan, tetapi juga menyusun strategi masa depan.

Di tengah tantangan globalisasi dan krisis moral generasi muda, peran Pemuda Muhammadiyah menjadi semakin penting. Mereka tidak hanya dituntut aktif secara organisasi, tetapi juga harus mampu menjadi agen perubahan yang berlandaskan nilai Islam berkemajuan.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa dakwah hari ini tidak cukup hanya di mimbar, tetapi harus hadir di ruang digital, sosial, dan intelektual.

Najih Prastiyo dalam kapasitasnya sebagai Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah membawa pesan penting tentang konsolidasi gerakan. Ia menekankan bahwa kekuatan organisasi terletak pada soliditas kader dan kemampuan membaca zaman. Pemuda Muhammadiyah tidak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi harus berani melangkah ke masa depan dengan inovasi.

Sementara itu, Ahmad Labib memberikan perspektif kebangsaan. Ia menegaskan bahwa pemuda Muhammadiyah harus hadir sebagai penjaga nilai moral dalam politik dan kebijakan publik. Dalam situasi ketika pragmatisme sering mendominasi, kehadiran kader berintegritas menjadi sangat krusial.

Dr. Yuhronur Efendi sebagai Bupati Lamongan turut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan. Pemuda Muhammadiyah harus menjadi mitra strategis dalam pembangunan, bukan sekadar penonton.

Namun, di balik semangat tersebut, muncul pertanyaan mendasar: sejauh mana kegiatan seperti ini mampu memberikan dampak nyata? Apakah hanya berhenti pada seremoni tahunan, atau benar-benar menjadi titik tolak perubahan?

Di sinilah pentingnya menjadikan Halal Bihalal sebagai ruang evaluasi, bukan sekadar perayaan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Peran Supriyanto sebagai Ketua PCPM Solokuro patut diapresiasi. Ia berhasil menghadirkan forum yang tidak hanya meriah, tetapi juga substantif. Ini menunjukkan bahwa di tingkat cabang, gerakan Muhammadiyah memiliki energi besar untuk berkembang.

Takerharjo menjadi bukti bahwa perubahan tidak selalu lahir dari pusat, tetapi bisa tumbuh dari akar rumput.

Lebih jauh, kehadiran kader-kader muda menunjukkan bahwa regenerasi berjalan baik. Namun, regenerasi bukan hanya soal jumlah, melainkan kualitas. Pemuda Muhammadiyah harus dibekali kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan kepekaan sosial agar mampu menjawab tantangan zaman.

Halal Bihalal ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas level organisasi. Dari pusat hingga cabang, semua hadir dalam satu ruang yang sama. Ini adalah kekuatan besar yang jika dikelola dengan baik, dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial yang signifikan.

Namun demikian, tantangan ke depan tidaklah ringan. Era digital membawa perubahan besar dalam pola pikir dan perilaku generasi muda. Pemuda Muhammadiyah harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Dakwah harus dikemas secara kreatif tanpa menghilangkan substansi nilai Islam.

Dalam konteks ini, Halal Bihalal di Takerharjo menjadi simbol harapan. Ia menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan, masih ada semangat untuk bergerak, berkumpul, dan berpikir bersama. Ini adalah modal sosial yang sangat berharga.

Lebih dari sekadar acara, “Takerharjo ono gawe” adalah pesan bahwa gerakan harus terus hidup. Pemuda tidak boleh diam, dan setiap momentum harus dimanfaatkan untuk memperkuat langkah ke depan.

Pada akhirnya, Halal Bihalal PCPM Solokuro bukan hanya tentang hari itu, tetapi tentang masa depan. Ia menjadi titik awal menuju kebangkitan Pemuda Muhammadiyah yang lebih progresif, reflektif, dan berdaya saing.

Dari Takerharjo, semangat itu menyala—dan semoga terus menyala, menerangi jalan perjuangan ke depan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡