Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tangis Haru Ibu Pimpinan Aisyiyah saat Melepas Santri Mu’allimin Yogyakarta

Iklan Landscape Smamda
Tangis Haru Ibu Pimpinan Aisyiyah saat Melepas Santri Mu’allimin Yogyakarta
pwmu.co -
Acara pelepasan tujuh santri Mu'allimin Yogyakarta dengan Ibu-ibu Aisyiyah (Alib/PWMU.CO)
Acara pelepasan tujuh santri Mu’allimin Yogyakarta dengan Ibu-ibu Aisyiyah (Alib/PWMU.CO)

WMU.CO – Air mata para ibu dari Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Jalen Genteng Banyuwangi akhirnya tak terbendung, pecah saat mereka melepas santri-santri pondok pesantren Mu’allimin Yogyakarta. Acara perpisahan ini digelar pada Senin (10/03/2025) di Masjid Al-Falah Jalen.

Sebanyak tujuh santri yang menjalankan tugas di lingkungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jalen telah menjalin kedekatan emosional, terutama dengan ibu-ibu Aisyiyah. Selama tinggal di asrama kompleks Masjid Al-Falah, kebutuhan sahur dan berbuka puasa mereka diurus oleh pimpinan Aisyiyah.

“Baru satu hari di sini saja, mereka sudah seperti anak sendiri. Usia mereka yang rata-rata 15-16 tahun mengingatkan kami pada anak-anak yang sedang merantau. Apalagi mereka datang dengan membawa amanah dakwah, itulah yang membuat kami merasa bangga sekaligus haru,” ungkap Lilik Ekowati, salah satu aktivis PRA Jalen.

Memasuki tahun ke-10, PRA Jalen terus berperan dalam menyiapkan kebutuhan berbuka puasa bagi siapa pun yang akan melaksanakan salat Magrib berjamaah. Maka, ketika ada tamu terlebih hanya tujuh santri yang menginap beberapa hari di asrama masjid. Para ibu Aisyiyah dengan sigap menyiapkan hidangan tanpa merasa canggung. Apalagi, Masjid Al-Falah telah memiliki dapur umum dengan fasilitas yang memadai.

Dari kebiasaan melayani kebutuhan makan para santri, terjalinlah hubungan yang bukan lagi sekadar antara tuan rumah dan tamu, melainkan naluri keibuan yang tumbuh secara alami, mengikat mereka layaknya orang tua dan anak.

Tangisan Haru tak Terbendung

Ketua PRA Jalen Indariyani menerima hadiah Al-Qur'an dari Santri Mu'allimin (Alib/PWMU.CO)
Ketua PRA Jalen Indariyani menerima hadiah Al-Qur’an dari Santri Mu’allimin (Alib/PWMU.CO)

Setelah satu minggu menjalankan tugas sesuai batas waktu yang ditetapkan oleh pondok, para santri berpamitan usai salat Subuh untuk kembali ke Yogyakarta. Ucapan doa dan harapan kesuksesan pun mengalir dari para ibu Aisyiyah. Saat itulah, air mata mulai membasahi pelupuk mata, hingga akhirnya tangisan haru tak terbendung.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Rasa bangga, haru, dan kagum bercampur menjadi satu, terungkap dalam isak tangis perpisahan. Setelah acara perpisahan usai, para santri mulai berkemas untuk melanjutkan perjalanan ke penampungan induk di Banyuwangi Kota, bergabung dengan santri lainnya yang juga ditempatkan di berbagai wilayah Banyuwangi sebelum kembali ke Yogyakarta.

Tepat pukul 07.00 WIB, rombongan santri Mu’allimin diantar menuju penampungan induk oleh Zaenul Arifin, salah satu personel takmir Masjid Al-Falah Jalen, menggunakan mobil Innova Reborn. (*)

Penulis Abdul Muntholib Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu