Lapangan B SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik dipenuhi ratusan siswa yang mengenakan seragam merah dan kuning khas Tapak Suci. Mereka mengikuti Tapak Suci Day perdana pada semester satu dengan semangat dan antusiasme tinggi.
Kegiatan tersebut diikuti siswa kelas I hingga VI, guru, serta pendamping siswa istimewa. Sejumlah wali siswa kelas I juga turut menyaksikan anak-anak mereka mengikuti kegiatan pengenalan Tapak Suci.
Untuk mendampingi latihan, SD Muri menghadirkan tiga pelatih, yakni Ali Asikin, P.Ma, Dimas Hasbi Ashiddiqie, K.Ds, dan Hoirul Anam, K.Ds. Ketiganya memberikan latihan kepada siswa, terutama dalam pengenalan gerakan dasar Tapak Suci.
Sebelum memasuki materi utama, Ali Asikin mengajak seluruh siswa dan guru melakukan pemanasan dengan mengikuti instruksi yang diberikan.
Setelah pemanasan, para peserta mulai mempelajari sejumlah gerakan dasar. Latihan diawali dengan salam pembuka dan doa, kemudian dilanjutkan dengan kuda-kuda, pukulan katak, katak melempar tubuh, katak kembar, tendangan ikan terbang, serta Salam Nasional Tapak Suci.
Gerakan kuda-kuda diperkenalkan untuk melatih posisi dan keseimbangan tubuh agar lebih kuat dan stabil. Sementara pukulan katak melatih koordinasi tangan, kekuatan, kecepatan, serta konsentrasi.
Para siswa juga mempelajari tendangan ikan terbang yang melibatkan koordinasi tubuh dan lompatan. Gerakan tersebut melatih kekuatan kaki, kelenturan, keseimbangan, keberanian, serta koordinasi tubuh.
Semangat para siswa semakin terasa saat mempraktikkan tendangan. Teriakan “yak, yak, yak” terdengar keras dari lapangan ketika mereka mengikuti instruksi pelatih.
Selain gerakan bela diri, peserta juga mempelajari Salam Nasional Tapak Suci sebagai bentuk penghormatan dan identitas Tapak Suci. Gerakan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan sikap disiplin, sopan santun, rasa hormat, dan kebersamaan.
Pelatih Ali Asikin memberikan apresiasi terhadap semangat dan keberanian para siswa dalam mengikuti latihan.
Menurutnya, anak-anak SD Muri cukup antusias dan bersemangat selama mengikuti kegiatan. Mereka juga cukup cepat dalam mengikuti instruksi yang diberikan.
Meski demikian, beberapa gerakan masih perlu dilatih secara rutin karena para siswa masih berada dalam tahap pengenalan. Latihan berkelanjutan diperlukan agar teknik, keseimbangan, dan koordinasi gerakan semakin baik.
Dalam kegiatan tersebut, beberapa siswa sudah mampu mengikuti gerakan dengan cukup baik. Namun, latihan rutin tetap diperlukan agar gerakan semakin benar, terkoordinasi, dan sesuai dengan teknik Tapak Suci.
Gerakan yang diperkenalkan dalam Tapak Suci Day tersebut disesuaikan untuk usia sekolah dasar. Selain mengenalkan bela diri, latihan juga menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan, keberanian, konsentrasi, keseimbangan, kebugaran, dan kerja sama.
Setelah menguasai gerakan dasar, siswa dapat melanjutkan latihan ke teknik yang lebih terarah, seperti pendalaman kuda-kuda, pukulan, tendangan, tangkisan, kombinasi gerakan, hingga rangkaian jurus atau kata.
Ali Asikin menyampaikan bahwa tingkat latihan akan disesuaikan dengan kemampuan dan perkembangan masing-masing anak.
Target kegiatan ini tidak hanya agar siswa mampu melakukan gerakan bela diri. Pengenalan Tapak Suci sejak dini juga diarahkan untuk membentuk karakter anak yang disiplin, percaya diri, berani, bertanggung jawab, dan memiliki rasa hormat kepada orang lain.
Pada tahap awal, siswa ditargetkan dapat memahami serta melakukan gerakan dasar dengan benar dan aman.
Sekolah juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membentuk kader Tapak Suci yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, sekaligus menjadi kader penerus organisasi otonom yang tangguh, berani, dan bertanggung jawab.






0 Tanggapan
Empty Comments