Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tapak Suci Kembali Raih Juara Umum I Wali Kota Cup XI 2026

Iklan Landscape Smamda
Tapak Suci Kembali Raih Juara Umum I Wali Kota Cup XI 2026
Perolehan Prestasi Tapak Suci Kota Probolinggo pada Kejuaraan Antar Perguruan Silat Se Kota Probolinggo Even WaliKota Cup XI Tahun 2026 (Umaimah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Tapak Suci Kota Probolinggo kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara Umum I Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup XI Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh IPSI Kota Probolinggo di GOR Mastrip, Sabtu–Ahad (26–27/9/2026).

Kejuaraan ini diikuti 343 atlet dari 12 perguruan pencak silat yang tergabung dalam IPSI Kota Probolinggo. Selama dua hari, para pesilat berkompetisi dalam berbagai kategori yang dipertandingkan.

Kontingen Tapak Suci tampil konsisten dan berhasil membawa pulang 134 medali, terdiri atas 46 emas, 42 perak, dan 46 perunggu. Perolehan tersebut mengantarkan Tapak Suci kembali meraih Juara Umum I sekaligus menunjukkan hasil pembinaan atlet yang dilakukan secara berkelanjutan.

Ketua Pimda Apresiasi Atlet dan Tim Pendukung

Ketua Pimda 072 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kota Probolinggo, Dr. KH. Muh. Nurhasan, S.H., M.H., Pendekar Utama, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet yang telah berjuang dalam kejuaraan tersebut.

“Apresiasi yang luar biasa untuk anak-anakku, kontingen Tapak Suci Kota Probolinggo, atas prestasi yang sangat membanggakan. Kembali menorehkan prestasi dengan menyabet seluruh kategori yang dipertandingkan, baik kategori tanding maupun seni,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelatih, ofisial, dan manajer kontingen Tapak Suci.

“Apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya saya sampaikan kepada seluruh pelatih, ofisial, dan manajer atas kerja keras serta dedikasinya dalam mendampingi dan mengantarkan para atlet Tapak Suci hingga meraih prestasi di masing-masing kategori,” ujarnya.

Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua atlet atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama proses pembinaan.

“Terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh orang tua atlet Tapak Suci atas dukungan dan kerja samanya. Bapak dan Ibu telah berperan aktif mendampingi anak-anak, mulai dari proses latihan hingga mengikuti kejuaraan di GOR Mastrip. Dukungan orang tua merupakan bagian penting dalam perjalanan prestasi para atlet,” tuturnya.

Menurutnya, prestasi yang diraih kontingen Tapak Suci merupakan hasil sinergi berbagai pihak.

Dari keseluruhan prestasi tersebut, kontingen Tapak Suci membawa pulang Enam Trofi Tetap dan Satu Trofi Bergilir. Enam Trofi Tetap tersebut terdiri atas empat penghargaan pesilat terbaik putra dan putri serta Dua Trofi Tetap Juara Umum I Kategori Prestasi dan Juara Umum I Kategori Pemasalan. Selain itu, Tapak Suci juga membawa pulang Trofi Bergilir yang diperebutkan.

Empat pesilat terbaik dari kontingen Tapak Suci masing-masing ialah Fiki Najiha Wati dari kategori Usia Dini 1 Putri, Alesha Nuria Varisha dari kategori Usia Dini 2 Putri, Rafay Maher Putra Disa dari kategori Remaja Putra, serta Andre Annur Rosi dari kategori Dewasa Putra.

Dengan demikian, Tapak Suci membawa pulang empat penghargaan pesilat terbaik, Trofi Juara Umum I kategori Prestasi, Trofi Juara Umum I  kategori Pemasalahan, serta Trofi Bergilir.

Ia berharap kebersamaan antara atlet, pelatih, ofisial, manajer, dan orang tua dapat terus terjaga dalam proses pembinaan atlet Tapak Suci ke depan.

Ia juga mengingatkan para atlet agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi senantiasa mengedepankan akhlak dalam setiap langkah.

“Prestasi memang penting, tetapi akhlak harus tetap menjadi prioritas. Jadilah pesilat yang berprestasi sekaligus memiliki akhlak yang baik,” pesannya.

Bukan Akhir Perjalanan

Sementara itu, Ketua IPSI Kota Probolinggo, Imam Bukhori, dalam sambutannya pada upacara penutupan menyampaikan bahwa hasil Kejuaraan Wali Kota Cup XI bukanlah akhir dari sebuah perjalanan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kejuaraan ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, tetapi merupakan awal menuju kejuaraan berikutnya,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa para atlet yang telah mengikuti kompetisi ini diharapkan terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kejuaraan pada jenjang yang lebih tinggi.

“Insyaallah, tahun 2027 akan digelar kejuaraan tingkat provinsi. Karena itu, teruslah berlatih, tingkatkan kemampuan, dan persiapkan diri sebaik-baiknya,” pesannya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa capaian di Wali Kota Cup XI tidak berhenti pada seremoni penyerahan medali. Para atlet masih memiliki ruang untuk terus berkembang, baik dalam kemampuan bertanding maupun pembentukan karakter.

Kontingen yang Indah dan Santun

Sementara itu, Sekretaris Pimda 072 Tapak Suci Kota Probolinggo, Samsul Arifin, M.Pd., Pendekar Kepala, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kejuaraan dan sikap seluruh kontingen Tapak Suci.

“Saya mengamati selama dua hari kejuaraan berlangsung, peran yang diberikan kepada masing-masing official, manajer, pelatih, dan atlet berjalan luar biasa, terarah, serta teratur. Pelaksanaan kejuaraan, khususnya kontingen Tapak Suci, terlihat indah dan santun, sehingga capaian prestasi yang diraih mendapat banyak pujian dari berbagai kalangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh kontingen Tapak Suci mampu memberikan contoh tentang sikap santun terhadap semua pihak, terutama antar-atlet.

“Semua itu tampak saat berada di dalam maupun di luar gelanggang, baik di dalam GOR maupun di luar GOR,” tuturnya.

Menurut Samsul Arifin, prestasi yang diraih menjadi semakin bermakna ketika berjalan seiring dengan sikap santun, tertib, dan kemampuan menjaga nama baik perguruan.

Samsul Arifin juga menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Probolinggo periode 2022–2027.

Prestasi dan Karakter

Rangkaian prestasi Tapak Suci dalam Wali Kota Cup XI Tahun 2026 menunjukkan bahwa keberhasilan di gelanggang tidak hanya diukur dari jumlah medali yang dibawa pulang.

Sebanyak 134 medali, lima piala, satu trofi bergilir, serta empat penghargaan pesilat terbaik menjadi capaian yang patut diapresiasi. Namun, pesan yang mengemuka dari para pembina adalah pentingnya menjaga agar prestasi tetap berjalan beriringan dengan akhlak dan kesantunan.

Dari gelanggang GOR Mastrip, Tapak Suci Kota Probolinggo tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga semangat untuk terus melakukan pembinaan, meningkatkan prestasi, serta membentuk pesilat yang tangguh, berkarakter, dan berprestasi. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 28/09/2026 14:48
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu