Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Teacher On Stage SD Muwri Ubah Sampah Jadi Eco Enzyme

Iklan Landscape Smamda
Teacher On Stage SD Muwri Ubah Sampah Jadi Eco Enzyme
Guru SD Muhammadiyah 1 Wringinanom saat berbagi pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam kegiatan Teacher On Stage, Kamis (8/10/2026). Foto: Rahmat Syayid Syuhur.
pwmu.co -

SD Muhammadiyah 1 Wringinanom kembali menggelar kegiatan Teacher On Stage, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para guru untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang dikuasainya kepada sesama guru maupun karyawan.

Pada kesempatan kali ini, Wali kelas 5 Abu Hurairah, Khairun Nisak SSi, tampil sebagai pemateri. Ia mengangkat tema “From Waste to Eco Enzyme: Guru Berkarya, Sampah Organik Jadi Berdaya.”

Melalui tema tersebut, Nisak mengajak seluruh guru dan karyawan untuk melihat sampah organik dari sudut pandang yang berbeda. Bukan sekadar sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan.

Pilah Sampah, Bangun Kepedulian

Dalam paparannya, Nisak menjelaskan bahwa sampah organik, khususnya kulit buah yang selama ini sering berakhir di tempat sampah, dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat melalui proses pembuatan eco enzyme.

Menurutnya, kebiasaan sederhana dalam memilah dan memanfaatkan sampah dapat menjadi langkah nyata dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Nisak mengawali penyampaian materi dengan mengenalkan konsep eco enzyme serta bahan-bahan yang dapat digunakan.

Ia kemudian menjelaskan komposisi yang diperlukan dalam proses pembuatannya. Penjelasan tersebut disampaikan secara bertahap agar para peserta tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung.

“Melalui kegiatan ini, kita belajar bahwa sampah organik yang ada di sekitar kita sebenarnya masih memiliki nilai manfaat. Kulit buah yang biasanya dibuang dapat kita manfaatkan untuk menghasilkan eco enzyme” jelas Nisak yang menjabat Penanggung jawab adiwiyata SD Muwri.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik bersama. Nisak mengajak seluruh guru dan karyawan untuk bersemangat membuat eco enzyme menggunakan bahan sampah organik yang telah disediakan sebelumnya.

Suasana kegiatan pun semakin semarak ketika para peserta mulai bekerja dalam beberapa kelompok. Guru dan karyawan terlihat antusias menyiapkan bahan, mengikuti tahapan pembuatan, serta berdiskusi bersama dalam kelompok masing-masing.

Praktik tersebut menjadi pengalaman langsung bagi para peserta untuk memahami proses pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme.

Setelah proses pembuatan selesai, setiap kelompok kemudian memberikan label pada wadah eco enzyme yang telah dibuat.

SMPM 5 Pucang SBY

Label tersebut memuat tanggal pembuatan serta perkiraan waktu panen, sehingga setiap kelompok dapat memantau prosesnya hingga masa pemanenan.

Panen 3 Bulan Mendatang

Seluruh hasil praktik kemudian disimpan untuk menjalani proses selanjutnya. Para peserta dijadwalkan melakukan pemanenan eco enzyme tersebut sekitar tiga bulan mendatang.

Dengan demikian, kegiatan Teacher On Stage kali ini tidak berhenti pada penyampaian materi dan praktik sesaat, tetapi berlanjut pada proses pemantauan hasil karya bersama.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya belajar di lingkungan sekolah.

Melalui Teacher On Stage, guru tidak hanya berperan sebagai pendidik bagi siswa, tetapi juga memiliki ruang untuk saling berbagi ilmu dan keterampilan dengan rekan kerja.

Tema pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme sekaligus memberikan pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan di lingkungan sekolah maupun rumah.

Antusiasme para guru dan karyawan selama praktik menunjukkan bahwa kegiatan berbagi pengetahuan dapat dikemas secara menarik dan aplikatif.

Dari sampah organik yang sederhana, para peserta belajar menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai guna sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk lebih bijak dalam mengelola sampah.

Melalui kegiatan “From Waste to Eco Enzyme”, SD Muhammadiyah 1 Wringinanom tidak hanya mendorong guru untuk terus berkarya. Namun juga mengajak seluruh warga sekolah membangun kebiasaan peduli lingkungan.

Kini, hasil praktik tersebut tinggal menunggu proses hingga tiga bulan ke depan untuk dipanen dan dimanfaatkan sesuai kegunaannya.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 10/10/2026 00:44
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu