Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Demi Belajar Jurnalisme Siber, Alexs Touring 3 Jam dari Blitar Bersama Istri dan Anak

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Demi Belajar Jurnalisme Siber, Alexs Touring 3 Jam dari Blitar Bersama Istri dan Anak
Touring dari Blitar ke Trawas, Alexs Ajak Istri dan Anak demi Belajar Jurnalistik. Foto: Zulkifli
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
Oleh : Zulkifli

Jarak sekitar tiga jam perjalanan dari Blitar menuju Graha Umsida, Trawas, tidak menyurutkan semangat Irwan Hartono untuk belajar jurnalistik. Pria yang akrab disapa Alexs itu rela mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion bersama istri dan putri bungsunya demi mengikuti Pelatihan Hukum Jurnalisme Siber, Jumat (30/10/2026).

Di tengah puluhan peserta yang hadir, kedatangan Alexs bersama keluarga kecilnya menjadi cerita tersendiri. Bukan sekadar karena jarak yang ditempuh cukup jauh, melainkan juga karena semangatnya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan jurnalistik.

Pelatihan yang berlangsung Jumat-Sabtu (30-31/10/2026) di Graha Umsida tersebut diikuti sekitar 60 peserta. Mereka merupakan perwakilan Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) serta utusan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya pakar hukum sekaligus Wakil Ketua PWM Jawa Timur Bidang Hukum, Assoc. Prof. A. Riyadh, U.B., Ph.D., serta jurnalis senior dan penguji Dewan Pers dan PWI, Djoko Tetuko, yang menyampaikan materi tentang perlindungan narasumber dan data.

Saat ditemui di sela-sela kegiatan, Alexs menyambut hangat ajakan wawancara. Senyum ramah menghiasi wajahnya. Nama Alexs yang tertera pada rompi di bagian dada kanan menjadi awal perkenalan.

Ingin Belajar dari Kontributor Hebat

Alexs mengaku keikutsertaannya dalam pelatihan ini bukan semata-mata untuk menambah pengetahuan tentang hukum jurnalisme siber. Lebih dari itu, ia ingin bertemu dan belajar langsung dari para kontributor PWMU.CO yang selama ini aktif mengembangkan pemberitaan Muhammadiyah di daerah masing-masing.

“Motivasi saya mengikuti kegiatan ini selain ingin menambah pengalaman di bidang pemberitaan, juga ingin bertemu orang-orang yang memang sudah hebat dalam mengeksplorasi berita di daerahnya masing-masing,” tuturnya.

Ia mengakui masih tergolong baru dalam dunia jurnalistik PWMU.CO. Kurang lebih dua tahun terakhir, ia mulai aktif berkontribusi dengan mengirimkan berita kegiatan Muhammadiyah.

Sebelumnya, Alexs lebih banyak berkutat dengan pengembangan website lokal. Namun, dunia jurnalistik sebenarnya bukan sesuatu yang asing baginya. Ketertarikannya terhadap dunia tulis-menulis sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMA.

Kala itu, ia pernah merintis buletin mingguan di sekolahnya di Blitar. Meski hanya bertahan sekitar satu tahun, pengalaman tersebut menjadi salah satu titik awal kecintaannya terhadap dunia pemberitaan.

Menariknya, latar belakang pendidikan Alexs justru berasal dari bidang teknologi informasi. Ia merupakan lulusan D2 El Rahmah Malang.

Di tempatnya bekerja, Rumah Sakit Islam Aminah Blitar, Alexs telah mengabdikan diri sejak 2017. Berbagai bagian pernah ia tekuni, mulai dari rekam medis, teknologi informasi, logistik, hingga pemasaran.

“Dulu saya di bagian IT. Kemudian juga terlibat di bagian marketing. Sejak 2015 sebenarnya sudah ikut menangani pemasaran, sebelum akhirnya terbentuk tim marketing resmi,” jelasnya.

Dalam tugasnya sekarang, ia turut mengelola website dan media sosial rumah sakit, seperti Instagram dan TikTok.

Pengalaman mengelola media institusi itulah yang kemudian menjadi bekal penting ketika ia mulai aktif mengembangkan pemberitaan Muhammadiyah melalui PWMU.CO.

Berawal dari Keprihatinan, Berbuah Pengabdian

Ketertarikan Alexs untuk berkontribusi di PWMU.CO juga berawal dari sebuah kegelisahan. Ia melihat informasi tentang kegiatan Muhammadiyah di tingkat daerah belum banyak mendapatkan ruang pemberitaan. Padahal, banyak aktivitas positif Persyarikatan yang layak diketahui masyarakat luas.

Menurutnya, Muhammadiyah memiliki banyak kegiatan dan gerakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, jika tidak dipublikasikan dengan baik, berbagai aktivitas tersebut berpotensi tidak diketahui publik.

Dari situlah muncul dorongan untuk ikut menyebarluaskan berita-berita Muhammadiyah.

Salah satu gerakan yang kemudian mendorongnya semakin aktif adalah semangat one day one news.

“Setiap Amal Usaha Muhammadiyah dan organisasi otonom harus ikut menginformasikan kegiatan-kegiatan positif yang dilaksanakan di daerah masing-masing. Jangan sampai kegiatan yang bagus tidak diketahui masyarakat,” ungkapnya.

Berkat konsistensinya, Alexs pernah meraih penghargaan sebagai kontributor terbaik kedua PWMU.CO pada 2026 dalam kegiatan yang diselenggarakan di Malang.

Penghargaan tersebut menjadi penyemangat tersendiri baginya untuk terus meningkatkan kualitas tulisan dan memperluas jangkauan pemberitaan Muhammadiyah.

Di Blitar Raya, ia juga aktif dalam kegiatan Bikersmu dan mengemban amanah sebagai ketua di wilayah tersebut.

Touring Sekeluarga, Belajar Jurnalistik Bersama

Ada satu hal yang membuat kehadiran Alexs semakin menarik. Ia tidak datang sendirian. Sang istri, Ita Uzzakah, M.Pd., yang merupakan bagian dari Nasyiatul Aisyiyah, dan putri bungsunya ikut dalam perjalanan tersebut.

Ita merupakan guru Bahasa Inggris di SMK Muhammadiyah 1 Blitar.

Pasangan ini dikaruniai empat anak. Anak pertama telah menempuh pendidikan di perguruan tinggi, dua anak lainnya tinggal di pondok pesantren, sedangkan si bungsu masih duduk di kelas III sekolah dasar. Putri bungsu inilah yang ikut menemani kedua orang tuanya menuju Umsida.

Bagi Alexs, mengajak istri mengikuti pelatihan ini bukan tanpa alasan. Ia ingin mengenalkan dunia jurnalistik PWMU.CO kepada sang istri agar kelak juga tertarik belajar menulis dan ikut menyebarluaskan kegiatan Muhammadiyah.

Terlebih, Ita merupakan bagian dari keluarga besar Muhammadiyah yang juga aktif di lingkungan sekolah.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Sebetulnya saya ingin mengenalkan PWMU.CO kepada istri. Harapannya, nanti beliau juga bisa belajar menulis. Di sekolahnya kan juga ada kegiatan-kegiatan yang bisa diberitakan,” ujarnya.

Lantas, mengapa harus menggunakan sepeda motor untuk perjalanan sejauh Blitar-Trawas?

Alexs menjawab dengan santai. Baginya, touring memang sudah menjadi kegemaran keluarga.

“Bagi kami, touring itu sudah menjadi hobi. Selama masih bisa berkendara sendiri, insyaallah kami akan bepergian menggunakan motor sendiri. Mau naik motor, mobil, atau kendaraan umum sebenarnya bisa, tetapi kami memang senang touring,” katanya.

Perjalanan dari Blitar menuju Graha Umsida ditempuh sekitar tiga jam. Mereka berangkat dengan persiapan yang cukup matang dan perjalanan berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Sesampainya di kawasan Umsida, mereka menyempatkan diri beristirahat dan menunaikan shalat Jumat sebelum mengikuti kegiatan.

Bagi Alexs, perjalanan jauh bersama keluarga justru menjadi pengalaman menyenangkan. Selain menikmati perjalanan, mereka juga bisa berbagi pengalaman baru bersama orang-orang tercinta.

Istri Ikut Belajar, Tumbuhkan Semangat Menulis

Semangat belajar Alexs ternyata mendapat dukungan penuh dari sang istri.

Ita mengaku selama ini suaminya selalu memberikan dukungan ketika dirinya mengikuti berbagai kegiatan. Bahkan, Alexs sering mengantar dan menunggu hingga kegiatan selesai.

Kini, giliran Ita yang menemani suaminya mengikuti kegiatan jurnalistik.

“Awalnya sebenarnya hanya ingin ikut-ikutan saja. Karena selama ini suami kalau saya ada kegiatan apa pun selalu mendukung penuh, mengantar sampai tempat dan menunggu,” ungkapnya.

Ita mengaku pelatihan hukum jurnalisme siber ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kegiatan yang secara khusus berkaitan dengan dunia jurnalistik.

Selama ini, kegiatan yang diikutinya lebih banyak berupa aktivitas luar ruang, seperti berkemah.

Meski demikian, ia berharap pelatihan ini bisa membuka ketertarikannya terhadap dunia tulis-menulis.

“Harapan saya, setelah mengikuti kegiatan ini, saya juga bisa tertarik dengan jurnalistik. Semoga materi dan pengalaman dari para pemateri bisa memotivasi saya untuk mulai menulis ide-ide yang selama ini belum bisa saya tuangkan,” tuturnya.

Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat menginspirasi orang-orang yang sebelumnya kurang tertarik menulis agar mulai berani menuangkan gagasan melalui tulisan.

Berharap Pelatihan Menjangkau Daerah

Setelah mengikuti pelatihan, Alexs berharap kemampuan para kontributor PWMU.CO semakin meningkat. Ia ingin para penulis daerah tidak hanya rajin mengirimkan berita, tetapi juga mampu menghasilkan tulisan yang semakin kreatif, menarik, dan berkualitas.

Ia juga berharap pelatihan jurnalistik serupa dapat lebih sering diselenggarakan, termasuk menjangkau daerah-daerah seperti Blitar.

Menurutnya, kegiatan pembinaan secara langsung di daerah akan memberikan kesempatan lebih luas bagi para kontributor untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik.

“Harapannya, kegiatan seperti ini sering diadakan. Kalau bisa, ada juga kegiatan turun ke daerah untuk memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada kontributor. Dengan begitu, teman-teman di daerah juga semakin bersemangat,” harapnya.

Tak lupa, Alexs menyampaikan terima kasih kepada Rumah Sakit Islam Aminah Blitar yang selama ini memberikan dukungan dan keleluasaan kepadanya untuk mengikuti berbagai kegiatan PWMU.CO.

Ia juga mengapresiasi kepercayaan PWMU.CO yang terus memberikan kesempatan kepada kontributor daerah untuk belajar dan berkembang.

Kisah Alexs mungkin hanya satu dari puluhan cerita peserta Pelatihan Hukum Jurnalisme Siber di Graha Umsida. Namun, perjalanan tiga jam dari Blitar bersama istri dan putrinya menyimpan pesan sederhana: belajar tidak mengenal jarak.

Sebab, menjadi jurnalis bukan sekadar bisa menulis berita. Ada kemauan untuk terus belajar, keberanian menyampaikan informasi yang benar, dan kesediaan mengabdikan kemampuan untuk menyebarkan kebaikan.

Dari Blitar, Alexs membawa semangat itu ke Graha Umsida. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan gerakan dakwah Muhammadiyah melalui tulisan. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 30/10/2026 20:47
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu