Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tugas Manusia sebagai Khalifah di Muka Bumi

Iklan Landscape Smamda
Tugas Manusia sebagai Khalifah di Muka Bumi
pwmu.co -

KHUTBAH PERTAMA

الحمد لله الحمد لله الذي خلق الإنسان وكرّمه، وجعله خليفةً في الأرض وأمره أن يعمرها بالخير والتقوى، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلّى الله عليه وعلى آله وأصحابه ومن تبع هداه إلى يوم الدين.

أما بعد، فيا أيها الناس، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فاتقوا الله حق تقاته، ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.

 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

PWMU.CO – Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang telah menciptakan kita sebagai makhluk yang dimuliakan, diberi akal, dan diamanahi tugas suci sebagai khalifah di muka bumi. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Pada kesempatan khutbah ini, kita akan merenungi jati diri kita sebagai manusia, serta tugas utama kita di dunia ini, sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya:

 وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS. Al-Baqarah: 30)

Jamaah sekalian,

Sebelum kita membahas tugas tersebut, penting untuk kita memahami asal mula penciptaan manusia. Tiga tahapan penting penciptaan ini akan memperjelas siapa diri kita, dari mana asal kita, dan ke mana tujuan kita.

Pertama, Nabi Adam ‘alaihissalam sebagai manusia pertama diciptakan dari tanah liat, sebagaimana firman Allah:

 إِنِّي خَالِقٌۭ بَشَرًۭا مِّن صَلْصَـٰلٍۢ مِّنْ حَمَإٍۢ مَّسْنُونٍۢ

“Sesungguhnya Aku menciptakan manusia dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (QS. Al-Hijr: 28)

Kedua, Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk Nabi Adam, dan dari keduanya berkembang biaklah manusia:

 يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan darinya Allah menciptakan pasangannya.” (QS. An-Nisa: 1)

Ketiga, manusia berikutnya berasal dari saripati tanah yang diproses melalui air mani (sperma dan ovum):

 ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُۥ مِن سُلَـٰلَةٍۢ مِّن مَّآءٍۢ مَّهِينٍۢ

“Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).” (QS. As-Sajdah: 8)

Dari penciptaan ini, kita menyadari bahwa manusia bukan makhluk biasa. Kita diciptakan dengan tujuan, bukan untuk bermain-main atau sia-sia. Allah menegaskan dalam Al-Qur’an:

 وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Sebagai khalifah, tugas kita adalah memakmurkan bumi dengan keadilan, kebaikan, dan kebermanfaatan. Kita bukan hanya makhluk konsumtif, tetapi juga produktif. Kita diberi tanggung jawab untuk menjaga alam, membangun peradaban, dan menebarkan rahmat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Perubahan Iklim Dunia

Saat ini kita menghadapi tantangan perubahan iklim dunia, khususnya di Indonesia, akibat yang akan dirasakan antara lain:

  • Kenaikan Permukaan Air Laut: Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat rentan terhadap kenaikan permukaan air laut yang dapat menenggelamkan pulau-pulau kecil dan mengancam komunitas pesisir.
  • Cuaca Ekstrem: Peningkatan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem, seperti banjir parah akibat curah hujan tinggi dan kekeringan berkepanjangan, berdampak signifikan pada ketersediaan air dan ketahanan pangan.
  • Kebakaran Hutan dan Lahan: Perubahan iklim memperburuk kondisi yang menyebabkan sering terjadinya kebakaran hutan dan lahan, yang merusak ekosistem dan kualitas udara.
  • Degradasi Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati: Deforestasi untuk ekspansi perkebunan dan infrastruktur, serta polusi plastik, menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, mengancam ekosistem perairan, dan mengurangi kemampuan penyerapan karbon oleh hutan.
  • Ketahanan Pangan dan Air: Tantangan untuk memastikan ketersediaan pangan dan air yang memadai bagi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan, dalam menghadapi perubahan pola curah hujan dan kekeringan.
  • Kesiapan Infrastruktur dan Teknologi: Kebutuhan untuk membangun infrastruktur dan mengadopsi teknologi yang adaptif terhadap perubahan iklim, serta kesiapan dalam menghadapi bencana lingkungan.
  • Transisi Energi: Sebagai penyumbang emisi terbesar, Indonesia memiliki target ambisius dalam transisi energi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan, meskipun terdapat tantangan dalam memenuhi target tersebut.
  • Kebijakan dan Pendanaan: Tantangan dalam merumuskan kerangka kebijakan yang efektif, mengamankan pendanaan dan investasi yang memadai, serta memastikan pelaksanaan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat lokal dan nasional.
  • Peran Generasi Muda: Generasi muda diharapkan menjadi agen perubahan dalam menghadapi krisis iklim, memanfaatkan teknologi hijau untuk adaptasi dan mitigasi, serta meningkatkan kesadaran aksi iklim di masyarakat

Maka, wahai kaum Muslimin, mari kita sadari tugas ini. Jangan sampai kita menjadi khalifah yang lalai. Dunia ini bukan tempat tinggal selamanya, melainkan ladang amal menuju akhirat.

 

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، وتقبل مني ومنكم تلاوته، إنه هو السميع العليم.

أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

KHUTBAH KEDUA

 

الحمد لله رب العالمين، الرحمن الرحيم، مالك يوم الدين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلّى الله عليه وعلى آله وأصحابه أجمعين.

أما بعد، فيا أيها الناس، اتقوا الله وراقبوه، واعلموا أنكم ملاقوه، فالفائز من أطاع واتقاه، والخاسر من عصاه وتعدى حدوده.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Mari kita jadikan khutbah ini sebagai pengingat akan posisi kita di dunia. Jadilah khalifah yang adil, yang tidak merusak bumi dengan keserakahan, yang tidak melupakan akhirat karena sibuk dengan dunia.

Didik anak-anak kita menjadi generasi yang sadar akan tugasnya sebagai hamba Allah. Jadilah pribadi yang menebar manfaat, menjaga lingkungan, dan menegakkan nilai-nilai Islam di mana pun kita berada.

Semoga kita semua bisa menjaga amanah sebagai khalifah dengan sebaik-baiknya, hingga kelak kita kembali kepada Allah dalam keadaan ridha dan diridhai.

Doa Khutbah Kedua

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللهم اجعلنا من عبادك الصالحين، ومن خلفائك في الأرض المصلحين، ولا تجعلنا من الغافلين ولا من المفسدين.

اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا، وأصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا، وأصلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا، واجعل الحياة زيادة لنا في كل خير، والموت راحة لنا من كل شر.

اللهم انصر الإسلام والمسلمين، واذل الشرك والمشركين، واجعل هذا البلد آمنا مطمئنا وسائر بلاد المسلمين.

عباد الله،

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

أقيموا الصلاة

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu