Sebagai bentuk komitmen dalam mencetak generasi Qur’ani, MIM 18 Sumberrejo, Bojonegoro mengirimkan tujuh siswanya untuk mengikuti kegiatan Munaqosah Tahfidz Qur’an yang diselenggarakan oleh Seksi PAIS Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah Bojonegoro, pada Kamis (13/12/2025).
Kegiatan Munaqosah menjadi ajang evaluasi dan apresiasi bagi penghafal Al-Qur’an tingkat SD/MI, SMP, SMA, dan sederajat di seluruh Kabupaten Bojonegoro. Para peserta diuji kemampuan hafalan, ketepatan tajwid, dan kelancaran membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an di hadapan penguji dari Kementerian Agama.
Berikut ketujuh siswa MIM 18 Sumberrejo yang mengikuti Munaqosah Tahfidz Qur’an:
1. Nekhla Jathbiya Naher (Kelas 5B).
2. Hibban Firdausi Nuzula (Kelas 6B).
3. M. Hakim Maghfur Raisagung (Kelas 6B).
4. Ainiya Rifda Pradipta (Kelas 6A).
5. Delysa Nur Aqila Muayana (Kelas 6A).
6. Arsa Avicenna Assalman (Kelas 4A).
7. Alea Kamidia Hadisti (Kelas 5B).
Menurut Wakil kepala madrasah bidang kesiswaan, Miftachun Farih, S.Pd., kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter religius sekaligus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an.
“Kami sangat bangga dengan semangat anak-anak yang telah berjuang menghafal dan menampilkan hafalannya dengan percaya diri. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk lebih mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selain sebagai ajang evaluasi, kegiatan ini juga memberikan sertifikat resmi dari Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro kepada seluruh peserta yang lulus ujian tahfidz. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berprestasi.
Momentum ini juga menjadi bukti keseriusan madrasah dalam menjaga kualitas hafalan siswa. Para penguji dari Kemenag turut mengapresiasi kemampuan para peserta yang dinilai semakin baik setiap tahun, baik dari sisi kelancaran hafalan maupun pemahaman tajwid. Suasana haru terlihat ketika beberapa siswa berhasil menyelesaikan setoran hafalan dengan baik di hadapan para penguji dan orang tua.
Dengan dukungan penuh dari madrasah, guru, dan orang tua, MIM 18 Sumberrejo terus mengembangkan program tahfidz sebagai bagian penting dari pembentukan karakter siswa agar menjadi pribadi yang cinta Al-Qur’an dan berakhlakul karimah. Program ini tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga pembiasaan akhlak dan praktik ibadah sehari-hari. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments