Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) terjun langsung ke masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Kegiatan ini menyasar puluhan eks pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Kampung Baru Jagir, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, pada Selasa (4/11/2025).
Mengusung tema “Pemberdayaan Eks-Pekerja Seks Komersial dalam Meningkatkan Kemahiran Bekerja melalui Pro-PathWay Digital”, program ini khusus untuk memberikan bekal keterampilan digital yang relevan dengan tuntutan zaman.
Fokus utama kegiatan adalah memberdayakan para peserta agar dapat membangun kehidupan baru yang lebih produktif dan bermartabat melalui jalur ekonomi digital.
Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan tim pengabdi, yang menekankan urgensi pemberdayaan sosial berbasis inklusi digital sebagai jembatan menuju kehidupan yang lebih produktif.
Program ini diinisiasi sebagai bentuk dukungan nyata bagi kelompok rentan, khususnya perempuan eks-pekerja seks komersial, agar mereka memiliki keterampilan dan kesiapan kerja yang relevan di era transformasi digital.

Sesi inti kegiatan menghadirkan dua narasumber utama yang membekali peserta dengan materi strategis:
Dr. Levina Yustitianingtyas, Dosen FH UM Surabaya, membuka wawasan peserta mengenai “Hak-Hak Pekerja dan Perlindungan Hukum bagi Mantan Pekerja Seks Komersial”.
Dalam pemaparannya, Dr. Levina menegaskan peran vital negara dalam melindungi warganya tanpa pandang bulu.
“Negara memiliki tanggung jawab melindungi setiap warga negara tanpa diskriminasi, termasuk memberikan kesempatan bagi eks-pekerja seks untuk mengakses pekerjaan layak”, tegas Dr. Levina.
“Pengakuan terhadap hak-hak pekerja tanpa stigma merupakan pondasi penting dalam membangun keadilan sosial,” lanjutnya.
Sesi berikutnya oleh L. Ya Esty Pratiwi, S.H., M.H., dosen FH UM Surabaya, yang membawakan topik “Upaya Peningkatan Kualitas Hidup melalui Pendidikan dan Kemandirian Ekonomi bagi Eks-Pekerja Seks Komersial”.
Esty menekankan pentingnya pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan melalui pelatihan keterampilan digital dan penguatan mentalitas mandiri.
“Program Pro-PathWay Digital tidak hanya mengajarkan teknologi, tetapi juga mengubah cara pandang peserta terhadap masa depan mereka. Kemandirian dimulai dari kemampuan untuk mengenali dan mengelola potensi diri,” pungkas L. Ya Esty Pratiwi, memotivasi peserta untuk memanfaatkan peluang digital yang ada.
Usai menerima materi strategis mengenai hak hukum dan kemandirian ekonomi, puluhan eks pekerja seks komersial (PSK) yang menjadi peserta program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) FH UM Surabaya langsung terjun ke sesi praktik.
Kegiatan berfokus pada pelatihan langsung penggunaan perangkat digital sederhana untuk mendukung usaha mandiri.
Para peserta belajar keterampilan praktis yang relevan, meliputi promosi produk melalui media sosial, pembuatan katalog digital sederhana, hingga pencatatan keuangan berbasis aplikasi.
Suasana pelatihan penuhi dengan antusiasme tinggi; para peserta terlihat aktif mencoba berbagai fitur teknologi baru yang diperkenalkan oleh tim pengabdi.
Salah satu peserta, Ibu Warsitho (nama samaran), mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan berharga ini.
Ia merasa program ini memberikan harapan baru untuk memperbaiki taraf hidupnya.
“Kami merasa dihargai dan diberi kesempatan untuk belajar hal baru. Saya berharap bisa memulai usaha kecil dan memanfaatkan media sosial setelah pelatihan ini,” ujar Warsitho penuh semangat.
Kegiatan PkM ini berakhir dengan sesi diskusi dan refleksi bersama, di mana peserta saling berbagi pengalaman dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Tim pengabdi berharap kegiatan ini menjadi awal dari model pemberdayaan berkelanjutan berbasis digital yang efektif di lingkungan masyarakat rentan.
Melalui inisiatif ini, UM Surabaya tidak hanya menegaskan perannya sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang nyata, berupaya menghadirkan keadilan dan kemandirian ekonomi bagi masyarakat di akar rumput.***





0 Tanggapan
Empty Comments