Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

UMS Resmi Buka Gema Kampus Ramadan, Tekankan Konsep One Ramadan

Iklan Landscape Smamda
UMS Resmi Buka Gema Kampus Ramadan, Tekankan Konsep One Ramadan
Harun (tengah) saat membuka acara Gema Kampus Ramadan 1447 H di masjid Sudalmiyah Rais kampus 2 UMS, 17 Februari 2026. Foto: Humas UMS
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar Grand Opening Gema Kampus Ramadan (GKR) 1447 H yang dirangkaikan dengan salat tarawih berjamaah dan kajian akbar pada Selasa (17/2/2026) di Masjid Sudalmiyah Rais.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian program Ramadan di lingkungan kampus.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan rasa syukur karena kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadan 1447 H. Dalam kajian perdana tersebut, ia mengangkat tema “Muda Berdaya dan Berdampak” yang dirangkum dalam konsep One Ramadan.

Konsep One Ramadan dan Makna Ketakwaan

Menurut Rektor UMS, One Ramadan merupakan upaya untuk meraih ketakwaan sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183. Ia menegaskan bahwa tujuan utama menjalankan ibadah Ramadan adalah menjaga tawazun atau keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.

Ia mengajak mahasiswa untuk memusatkan perhatian dan kesungguhan selama menjalani ibadah Ramadan. “Fokuskan hati, fokuskan untuk Ramadan. Bukan 50 persen, tetapi 50 persen plus satu kita fokus ke Ramadan,” ujarnya.

Membersihkan Pikiran dan Hati

Rektor juga mengajak seluruh civitas academica UMS menjadikan Ramadan sebagai momentum membersihkan pikiran dari energi negatif menjadi positif, serta mengubah sikap suuzan menjadi husnuzan. Pembiasaan melakukan hal-hal positif dinilai penting selama bulan suci.

Ia menjelaskan bahwa langkah awal yang harus ditempuh adalah menyucikan qalbu atau hati. Pikiran dan hati dapat menjadi bersih apabila dilandasi keikhlasan serta ketulusan dalam setiap amal perbuatan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Menurutnya, setiap amal harus disertai keikhlasan agar tidak menjadi sia-sia. Ketulusan dalam berbuat kebaikan, kata dia, didasarkan semata-mata fisabilillah, karena setiap kebaikan akan dicatat dan dikembalikan oleh Allah.

Makna Berdaya dan Berdampak

Harun Joko Prayitno mendefinisikan makna “berdampak” sebagai sesuatu yang berkelanjutan serta memberikan manfaat. Ia mencontohkan pelaksanaan ibadah tarawih secara konsisten sebagai bentuk kebaikan yang terus berlanjut.

Menurutnya, keberlanjutan saja tidak cukup apabila tidak diiringi dengan manfaat yang dirasakan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang berdaya, tetapi juga mampu memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui kegiatan Gema Kampus Ramadan 1447 H ini, UMS berharap mahasiswa mampu menjaga kesinambungan setiap kebaikan yang dilakukan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu