Program Studi S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains (FPKS) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) merintis kerja sama strategis untuk memperkuat internasionalisasi Bahasa Indonesia berbasis edu-tourism bersama Singapore Tourism Board (STB).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas jejaring global dan memperkuat posisi Bahasa Indonesia di tingkat regional maupun internasional.
Kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan di Spazio Surabaya, Kamis (26/2/2026). Pertemuan ini dihadiri Ketua Prodi S2 PBSI FPKS Umsura, Dr. Masulah, MA, bersama perwakilan STB, yakni Bella Carlina Prajitno (Manager STB Indonesia Surabaya), Lim Si Ting (Area Director), dan Terrence Voon (Executive Director Southeast Asia).
Internasionalisasi Bahasa Indonesia Lewat Edu-Tourism
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menggagas sejumlah program untuk mendukung internasionalisasi Bahasa Indonesia melalui pendekatan edu-tourism.
Model ini menggabungkan pendidikan, riset, dan pengalaman budaya dalam satu ekosistem pembelajaran. Selain itu, pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan Bahasa Indonesia sebagai instrumen diplomasi lunak atau soft power diplomacy.
Tujuh Program Strategis
Sebagai tindak lanjut, disusun tujuh program unggulan, yaitu:
- Indonesia Global Language & Academic Immersion (IGLAI)
- ASEAN Language Leadership Camp (ALLC)
- Academic Benchmarking & Curriculum Innovation (ABCI)
- Cultural-Linguistic Immersive Experience (CLIE)
- Educational Benchmarking Visit (EBV)
- Multilingual Urban Field Study (MUFS)
- AI & Curriculum Innovation Forum (ACIF)
Program ini dapat diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan alumni Prodi S2 PBSI. Bahkan, kolaborasi ini juga terbuka bagi sivitas akademika lintas program yang ingin memperluas kompetensi dan jejaring internasional.
Target Mahasiswa Internasional
Ketua Prodi S2 PBSI FPKS Umsura, Dr. Masulah, M.A., menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mendukung internasionalisasi Bahasa Indonesia.
“Program-program ini diharapkan menjadi sumber mahasiswa internasional sekaligus laboratorium riset mahasiswa. Selain itu, kerja sama ini memperkuat narasi besar internasionalisasi Bahasa Indonesia,” ujar Masulah.
Sementara itu, Bella Carlina Prajitno menilai kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi pendidikan dan pariwisata.
“Kerja sama ini mendukung berkembangnya tourism berbasis edukasi. Sebaliknya, edukasi dapat dikemas dalam konsep tourism yang menarik dan berdampak luas,” jelas Bella.
Model Nasional Edu-Tourism Berbasis Bahasa
Terrence Voon menambahkan bahwa program ini dapat menjadi pintu masuk mahasiswa asing untuk melanjutkan studi di Prodi S2 PBSI Umsura.
“Kolaborasi ini berpotensi menjadi model nasional edu-tourism berbasis bahasa,” ungkapnya.
Lim Si Ting juga menekankan pentingnya kolaborasi jangka panjang. “Kegiatan seperti cross-cultural academic competence, regional academic network, joint publication opportunities, dan long-term academic collaboration akan memperkuat posisi institusi di tingkat regional,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, Umsura tidak hanya memperluas jejaring global. Lebih dari itu, internasionalisasi Bahasa Indonesia diharapkan semakin kuat sebagai bahasa akademik, budaya, dan diplomasi di tingkat dunia. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments