Dalam rangka memperkenalkan kitab besar berbahasa Arab yang dijadikan rujukan para ulama, Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlah Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur mengadakan Fathul Kutub, atau membuka buku-buku berbahasa Arab bagi kelas akhir atau santri kelas XII MA Al-Ishlah Sendangagung, Kamis-Ahad (16-19/4/2026).
Kegiatan berbentuk tes menulis, membaca dan memahami isi kandungan kitab tafsir, hadits, dan fiqh tersebut diikuti 313 peserta santri putra dan putri dengan melibatkan 18 guru ahli bahasa Arab di lingkungan Ponpes Al-Ishlah.
Wakil Pengasuh Ponpes Al-Ishlah, Drs. KH. Agus Salim Syukran M.Pd.I menjelaskan bahwa Fathul Kutub adalah program yang diselenggarakan untuk siswa kelas 12 MA Al-Ishlah Sendangagung pada akhir masa belajar mereka di pondok.
“Tujuan utamanya adalah untuk memperkenalkan siswa pada kitab-kitab agama yang menjadi rujukan ulama, dalam memahami dan mengajarkan ilmu agama. Kitab-kitab itu umumnya berbahasa Arab dan meliputi banyak bidang, termasuk tafsir, hadits, dan fikih,” ungkap ustadz yang juga menjabat Wakil Ketua PCM Paciran ini.
Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membaca kitab-kitab Arab dan menguji kecakapan mereka dalam memahami artinya. Asumsinya, setelah belajar di pondok selama 3 (tiga) tahun, harapannya mereka mampu membaca kitab-kitab Arab dengan baik dan siap menjadi kader ulama
“Namun, faktanya harapan ini tampaknya masih terlalu tinggo, sebab kenyataannya, anak-anak masih banyak yang belum mampu membaca kitab klasik dengan baik, apalagi memahami artinya. Ini tentu sebuah tantangan dan perlu menjadi bahan evaluasi. Apakah karena metode pembelajaran bahasa Arabnya yang kurang mendukung atau karenya tidak adanya program khusus membaca kitab yang diselenggarakan secara reguler dan tidak hanya di akhir masa sekolah,” pungkas Ketua STIQSI Lamongan ini.
Teknis Ujian Fathul Kutub
Sementara itu, anggota Dewan Pengurus Ponpes Al-Ishlah (DPPI) Tim Kurikulum Unggulan, Ustadz Agus Susilo Lc memberikan pengarahan teknis ujian Fathul Kutub, alumnus Al-Azhar Kairo Mesir ini memberi petunjuk:
- Dalam pengarahan siswa diharap membawa buku dan alat tulis.
- Setiap siswa akan diminta mengutip satu judul/bahasan dari masing-masing kitab Tafsir, Hadits dan Fiqih dengan harakat/syakal yang lengkap dan benar.
- Setiap kutipan disertai identitas buku: judul buku, nama pengarang, jilid, halaman.
- Setiap siswa menyiapkan dua (2) copy kutipan, satu untuk siswa dan satu untuk penguji.
- Siswa dilarang “mengkopi” kutipan dari temannya.
- Dalam ujian siswa akan diminta/ditanya:
– Membaca tulisan yang dikutip secara benar sesuai kaidah Nahwu/Sharaf
– Makna mufradat yang terdapat dalam tulisan yang dikutip.
– Isi/maksud/pengertian yang terkandung dalam tulisan.
– Hal-hal yang terkait dengan ilmu atau kitab yang sedang dibahas (tafsir, hadits, fiqih). (*)





0 Tanggapan
Empty Comments