Auditorium Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) yang berlokasi di At-Ta’awun Tower menyimak pembahasan penting Sabtu siang (13/12/2025).
Pada agenda FGD Riset Buku Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur & Konsolidasi MPID Jawa Timur, Wakil Ketua MPID PWM Jawa Timur bidang Pustaka, Ainur Rofiq, membawakan materi “Menguatkan Peran Pustaka Muhammadiyah di Jawa Timur”.
Di hadapan tamu undangan dan Perwakilan MPID PDM se-Jawa Timur, ia menegaskan bahwa rendahnya minat baca di Indonesia masih menjadi tantangan bersama.
Problem Literasi hingga Digitalisasi
Dalam pemeringkatan minat baca negara di dunia menurut Unesco pada 2016, tercatat Indonesia berada di peringkat 60. “Literasi Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara, artinya minat baca Indonesia masih rendah” ujar Ainur.
Minat baca Masyarakat Indonesia, lanjut Pemimpin Redaksi Majalah Matan itu, hanya 0,0001 persen. “Artinya dari 1000 orang, hanya 1 orang yang rajin membaca” tambahnya.
Lebih lanjut, Ainur merincikan sejumlah problematika yang dihadapi dalam penguatan pustaka Muhammadiyah di Jawa Timur, di samping literasi.
“Kedua, belum ada sinergitas antar Majelis dan Lembaga dalam penerbitan buku atau karya ilmiah” ujar Mantan Wartawan Jakarta Post itu.
Ketiga, lanjutnya, adalah belum adanya tata laksana perpustakaan di PWM Jatim yang profesional dan berkelanjutan. Padahal, menurutnya, hal tersebut merupakan hal yang sangat vital, tidak hanya di tingkat wilayah, namun juga daerah.
Selanjutnya yang keempat yaitu belum ada agenda bersama dalam kolaborasi para penulis Afiliasi Muhammadiyah (APIMU) dan Jurnalis Afiliasi Muhammadiyah.
Serta terakhir, belum ada digitalisasi kepustakaan, khususnya karya-karya para pimpinan dan Penulis Muhammadiyah.
Rekomendasi
Sebagai upaya, pada periode 2015-2022 lalu, Majelis Pustaka sudah pernah mengadakan Wokshop Pengelolaan dan Pengembangan Perpustakaan Digital se-Jatim. “Namun belum ada tindak lanjut dan hasil konkret” tuturnya.
Alhasil dalam menjawab beragam problematika itu, Ainur mencanangkan sejumlah rekomendasi yang bisa dilakukan. Antara lain:
- Penertiban tata kelola perpustakaan baik di PWM dan PDM se Jatim
- Digitalisasi buku-buku yang diterbitkan Muhammadiyah dalam satu platform
- Mengembangkan penerbit Hikmah Press yang sudah ada
- Mengembangkan kolaborasi para penulis dan jurnalis afiliasi Muhammadiyah untuk menyusun agenda publik bersama.
- Meneruskan riset-riset kesejarahan dan pemikiran Islam Berkemajuan, khususnya di lingkungan Jatim.
- Pelatihan penulisan sejarah se Jatim.






0 Tanggapan
Empty Comments