Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan Bidang Dikdasmen dan PNF, Drs. M. Anwar M.Pd blak-blakan soal kondisi sekolah atau madrasah di lingkungan PDM Lamongan. Dia mengungkapkan hal itu di acara Turba Pendidikan Putaran 7 di SMPM 12 Sendangagung Paciran Lamongan, Ahad (19/10/2025).
Di hadapan 214 undangan, pria asli Sumurgayam Paciran ini hadir dan membuka Turba Pendidikan Putaran 7 yang diikuti Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Majelis Dikdasmen dan PNF di 3 Cabang; Paciran Solokuro dan Brondong bersama Kepala Sekolah atau Madrasah dan jajarannya.
Kondisi Sekolah/Madrasah
Hadir dari PDM Lamongan; Sekretaris, Dr. H. Piet Hizbullah Khaidir, M.A, Wakil Ketua, Drs. M. Anwar, M.Pd, Fathurrahim Syuhadi MM, M.Pd, KH. Drs. Abdul Hakam Mubarok, Lc, M.Pd, dan Masroin Assafani, M.A, hadir pula Ketua PCM Paciran, Drs. H. Abdullah Taufiq M.Pd, Ketua PCM Brondong, Drs. Mat Iksan, dan Ketua PCM Solokuro, H Ahmad Nafik, M.Pd
“Menurut kriteria Dikdasmen Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, sekolah atau madrasah sehat dilihat dari jumlah muridnya, dan ini poin pertama, tidak jumlah pialanya, atau megah gedung fasilitasnya, jumlahnya harus minimal 400,” tegas pria yang berprofesi guru dan dosen sekaligus mubaligh ini.
Ia menambahkan, dari 213 sekolah atau madrasah yang ada di Lamongan hanya 7 atau 8 yang punya murid 400, jadi yang lainnya sakit; ada yang hanya demam flu, ada yang masuk ICU, sakaratul maut pun ada, ada yang sudah ditalkin, dan ada yang sudah almarhum.
Dengan gaya jenaka Pak Anwar menyampaikan perihal kondisi sekolah atau madrasah di lingkungan PDM Lamongan, meskipun menurutnya memprihatinkan tetapi hadirin tidak bisa menahan ketawa karena dibawakannya dengan santai dan sedikit kocak.
Di penutup acara, Pak Anwar menutupnya dengan serius, dia menekankan bahwa tujuan adanya Turba Pendidikan kali ini adalah ikhtiar mengobati sekolah yang sakit. Maka melalui sharing dan kalau sudah tahu masalahnya maka nanti bisa diplenokan untuk sekolah yang mendesak dan emergency untuk segera diobati selanjutnya setelah di- rekom akan diajak bekerja sama dan dipantau.
“Dengan Turba kita bs langsung mendengar keluhan dan masalah dari setiap sekolah atau madrasah, ini riil tidak mengarang jare-jarene (katanya) yang tidak valid,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments