Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wakil Ketua PDNA Lamongan Dorong Kader NA Peka Problem Sosial Lewat Analisis dan FGD

Iklan Landscape Smamda
Wakil Ketua PDNA Lamongan Dorong Kader NA Peka Problem Sosial Lewat Analisis dan FGD
Foto bersama usai materi. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan, Isni Lailatul Maghfiroh, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan materi bertajuk Analisis Problem Sosial dalam kegiatan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) II Wilayah Kerja (Wilker) V yang dilaksanakan pada Sabtu (24/1/2025) bertempat di MI Muhammadiyah 1 Lopang.

Materi ini menjadi salah satu sesi strategis dalam rangka membekali kader Nasyiatul Aisyiyah agar mampu membaca, menganalisis, dan merespons persoalan sosial di lingkungannya masing-masing.

Dalam pemaparannya, Isni Lailatul Maghfiroh menjelaskan bahwa masalah sosial merupakan kondisi dalam masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai, norma, dan harapan sosial, sehingga menimbulkan hambatan dalam kehidupan individu maupun kelompok. Masalah sosial muncul akibat adanya kesenjangan antara realitas yang terjadi dengan kondisi ideal yang diharapkan.

Ia menekankan pentingnya analisis problem sosial sebagai langkah awal dalam merancang program dakwah dan pemberdayaan yang tepat sasaran.

Menurutnya, analisis yang baik akan membantu kader memahami akar penyebab masalah, menghindari solusi yang bersifat sementara, serta menyusun program intervensi yang relevan dan berkelanjutan. Selain itu, analisis problem sosial juga berfungsi untuk menentukan skala prioritas penanganan serta mendorong partisipasi aktif masyarakat.

Isni memaparkan tahapan analisis problem sosial yang meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data baik secara kualitatif maupun kuantitatif, analisis penyebab internal dan eksternal, analisis dampak, penentuan alternatif solusi, hingga evaluasi. Berbagai teknik analisis juga diperkenalkan, seperti analisis pohon masalah atau fishbone, analisis SWOT, observasi lapangan, wawancara mendalam, serta Focus Group Discussion (FGD).

Sebagai bentuk penguatan pemahaman, Isni Lailatul Maghfiroh memfasilitasi pelaksanaan FGD yang melibatkan seluruh peserta. Dalam sesi ini, peserta dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan Pimpinan Cabang masing-masing.

Setiap kelompok diminta untuk mengidentifikasi problem sosial yang ada di wilayahnya, menganalisis akar masalah menggunakan pendekatan fishbone, serta merumuskan rancangan program intervensi yang dapat dilakukan oleh Nasyiatul Aisyiyah.

Diskusi berlangsung aktif dan dinamis. Para peserta menyampaikan berbagai persoalan sosial yang dihadapi di lingkungan masing-masing, mulai dari isu perempuan dan anak, tantangan remaja, hingga persoalan sosial kemasyarakatan lainnya. Melalui FGD ini, kader dilatih untuk berpikir kritis, sistematis, dan solutif dalam merespons realitas sosial.

Melalui materi dan praktik FGD ini, Isni berharap kader Nasyiatul Aisyiyah tidak hanya aktif dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga mampu hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

“Kader NA harus peka terhadap problem sosial di sekitarnya dan mampu menyusun program yang berdampak nyata,” tegasnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu