Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. M. Sholihin Fanani, M.PSDM. menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi dalam berdakwah di tengah perubahan zaman.
Hal itu ia sampaikan dalam sambutan kegiatan Festival Anak Saleh Muhammadiyah (FASHMU) 2025 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Sabtu (4/10/2025).
Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan dakwah Muhammadiyah harus dilandasi semangat pantang menyerah dan tawakal kepada Allah. “Kegiatan ini semuanya berangkat dari nol. Tapi bisa berjalan karena kita yakin pada Allah. Tawakkaltu ‘alallah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengibaratkan perjalanan hidup seperti mendaki gunung. “Gunung itu indah karena ada naik turunnya. Tidak ada orang yang rekreasi di jalan tol. Maka jangan takut menghadapi tantangan. Yakin saja, Allah menolong orang yang berjuang,” pesannya.
Menurutnya, kader Muhammadiyah harus berani mengambil inisiatif dan menciptakan gagasan baru. “Orang dianggap hebat karena punya ide cemerlang. Jangan takut punya ide yang belum diterima. Dulu saya pernah bangun sekolah dasar pakai lift, dianggap tidak masuk akal. Sekarang sudah biasa,” tuturnya.
Selain ide, ia menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dan jejaring. “Kemampuan berkomunikasi sekarang sangat diperhitungkan. Manfaatkan kesempatan untuk mengenal pimpinan, berdialog, dan menjalin relasi. Itu juga bagian dari nilai-nilai Islam,” katanya.
Ia juga menyinggung pentingnya kreativitas dalam berdakwah. “Majelis Tabligh harus kaya kreativitas. Jangan kehabisan ide. Kreativitaslah yang membedakan manusia dari mesin. Kita hanya bisa mengalahkan teknologi kalau punya kreativitas,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Dalam sambutannya, ia memuji sejumlah PDM dan peserta yang menunjukkan ide-ide kreatif seperti seragam unik, spanduk menarik, hingga desain kegiatan yang inovatif. “Kreativitas itu membuat kita cepat merespons dan tidak mudah menyalahkan orang lain,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia menutup pesannya dengan dorongan agar kader Muhammadiyah terus menumbuhkan semangat kolaborasi. “Kita akan diperhitungkan orang kalau mampu bekerja sama. Sekarang bukan zamannya berjalan sendiri-sendiri. Yang bisa menjalin kemitraan, dialah pemenang kehidupan,” ujarnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments