Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wakil Rektor III Umla Titip Wejangan: Jabatan Berakhir, Perjuangan Jangan Berhenti

Iklan Landscape Smamda
Wakil Rektor III Umla Titip Wejangan: Jabatan Berakhir, Perjuangan Jangan Berhenti
Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla), Dr H Alifin SKM MKes, saat memberikan wejangan kepada pengurus UKM HW Kafilah Joko Tingkir Umla, Kamis (10/9/2026). (Nova Aquila Salsabila Cahyono/PWMU.CO).
pwmu.co -

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla), Dr H Alifin SKM MKes, memberikan wejangan kepada pengurus UKM Hizbul Wathan (HW) Kafilah Joko Tingkir Umla.

Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Musyawarah Kafilah (Musykaf) ke-X, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Budi Utomo Lantai 3 Umla tersebut menjadi salah satu agenda penting bagi UKM HW Kafilah Joko Tingkir.

Khususnya dalam mengakhiri masa kepengurusan periode 2025/2026 sekaligus mempersiapkan estafet kepemimpinan kepada kepengurusan periode berikutnya.

Musykaf X menjadi ruang bagi anggota dan pengurus untuk melakukan evaluasi perjalanan organisasi selama satu periode.

Selain itu, forum ini juga menjadi momentum untuk menyampaikan pertanggungjawaban kepengurusan serta mempersiapkan arah gerak Kafilah Joko Tingkir pada periode selanjutnya.

Jabatan Berakhir, Pengabdian Tidak Berhenti

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Umla memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus periode 2025/2026 yang telah menjalankan amanah selama satu periode.

Ia berpesan agar berakhirnya masa kepemimpinan tidak dimaknai sebagai berakhirnya perjuangan dalam organisasi.

Menurutnya, pengalaman dan proses yang telah dilalui selama menjadi pengurus merupakan bekal penting yang dapat terus dibawa dalam kehidupan mahasiswa maupun setelah menyelesaikan masa perkuliahan.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Kafilah Joko Tingkir periode 2025/2026 yang telah menyelesaikan amanah selama satu periode” terang .

“Jabatan boleh berakhir, tetapi pengabdian dan semangat untuk memberikan manfaat jangan sampai ikut berakhir. Apa yang sudah baik silakan dipertahankan, sementara kekurangan yang ada menjadi bahan evaluasi untuk kepengurusan berikutnya” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pengurus lama agar tetap mengambil peran dalam proses regenerasi.

Para pengurus yang telah menyelesaikan masa jabatannya diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus tempat belajar bagi kader-kader yang akan meneruskan perjuangan Kafilah Joko Tingkir.

“Jadilah senior yang tidak hanya meninggalkan jabatan, tetapi juga meninggalkan nilai dan keteladanan. Berikan ruang kepada generasi berikutnya untuk berkembang, namun tetap dampingi ketika mereka membutuhkan arahan,” ujarnya.

Pesan untuk Kepengurusan Selanjutnya

Kepada kepengurusan periode berikutnya, ia berpesan agar amanah kepemimpinan tidak hanya dipandang sebagai posisi dalam struktur organisasi.

SMPM 5 Pucang SBY

Kepemimpinan, menurutnya, merupakan tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus menghadirkan manfaat bagi anggota, kampus, dan masyarakat.

“Untuk periode selanjutnya, lanjutkan hal-hal baik yang sudah dibangun. Jangan takut melakukan perubahan dan menghadirkan gagasan baru” terang Alifin.

“Jangan hanya meneruskan program kerja, tetapi juga bangun kader yang mampu melanjutkan perjuangan Kafilah Joko Tingkir. Karena organisasi yang baik bukan hanya yang sukses menjalankan kegiatan, tetapi yang mampu melahirkan generasi penerus” pesannya.

Ia berharap Musykaf X dapat menjadi forum yang menghasilkan keputusan terbaik bagi keberlanjutan organisasi. Perbedaan pendapat yang muncul dalam musyawarah diharapkan tidak menjadi penghalang, melainkan bagian dari proses belajar dalam menentukan keputusan bersama.

Sibuk Organisasi, Jangan Lalai Shalat 

Selain memberikan pesan mengenai kepemimpinan dan regenerasi, Wakil Rektor III Umla juga mengingatkan seluruh peserta Musykaf agar tidak melupakan kewajiban beribadah di tengah kesibukan kegiatan organisasi.

Ia menyoroti kebiasaan mahasiswa yang terkadang terlalu larut dalam rapat, kepanitiaan, maupun kegiatan organisasi hingga mengabaikan waktu shalat.

“Sesibuk apa pun kegiatan kita, jangan sampai lalai terhadap shalat. Ketika sudah masuk waktu Dhuhur, kegiatan bisa dihentikan sejenak. Break, kemudian bersama-sama melaksanakan shalat Dhuhur berjamaah di Masjid Ki Bagus Hadikusumo Umla” tegas Alifin.

“Jangan sampai karena sibuk berorganisasi kita justru lupa dengan kewajiban kita kepada Allah,” tambahnya.

Menurutnya, aktivitas kemahasiswaan dan kehidupan spiritual harus berjalan beriringan. Organisasi hendaknya menjadi ruang untuk belajar kepemimpinan, membangun solidaritas, sekaligus menumbuhkan karakter mahasiswa yang memiliki nilai-nilai keislaman.

“Prestasi dan kegiatan organisasi itu penting, tetapi jangan sampai membuat kita kehilangan nilai dasar sebagai seorang Muslim. Jadikan organisasi sebagai tempat belajar, berproses, dan memberikan manfaat, tetapi tetap jaga hubungan kita dengan Allah,” pungkasnya.

Pembukaan Musykaf X tersebut menjadi awal dari rangkaian forum yang akan menentukan arah perjalanan UKM HW Kafilah Joko Tingkir Umla.

Di penghujung periode 2025/2026, estafet kepemimpinan tidak sekadar berpindah tangan, tetapi diharapkan menjadi keberlanjutan semangat kader untuk terus belajar, bergerak, dan memberikan manfaat.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 11/09/2026 15:18
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu