Sebanyak 110 orang tua murid kelas 5 SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengawal perkembangan proses belajar putra-putri mereka. Hal ini tampak dari partisipasi aktif wali murid dalam kegiatan konsultasi psikologi yang diadakan di SDMM. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan psikotes pada Agustus lalu.
Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara SDMM, dalam hal ini dimotori oleh Penanggung Jawab Bimbingan Konseling (BK) dan guru kelas 5, dengan menggandeng Lembaga Psikologi Optima Abadi (LPOA) Dinar. Para orang tua berkesempatan berdiskusi langsung dengan psikolog mengenai hasil psikotes sang buah hati. Sebanyak empat psikolog profesional dari LPOA Dinar hadir memberikan layanan konsultasi kepada wali siswa demi mendukung tahapan proses belajar yang tepat bagi murid kelas 5.
Ria Eka Lestari SSi, selaku Penanggung Jawab Bimbingan Konseling SDMM, menyampaikan, “Dengan diadakannya sesi konsultasi psikologi ini kami dapat menggali informasi yang lebih mendalam mengenai perkembangan anak, baik dari sisi akademik, sosial, maupun emosional di lingkungan rumah melalui diskusi psikolog dan orang tua. Saya juga ingin membangun kemitraan yang kuat dan terbuka dengan orang tua agar anak mendapat dukungan yang tepat di rumah dan di sekolah.”
Sesi konsultasi yang dilaksanakan di Gedung Innovative dan Competitive SDMM lantai 2 ini berlangsung dua kali, yaitu Sabtu, 6 dan 13 September 2025. Setiap sesi berlangsung secara privat. Wali murid dapat menanyakan berbagai hal terkait hasil psikotes, mulai dari gaya belajar, kekuatan, hingga area yang membutuhkan perhatian lebih. Para psikolog memberikan saran dan panduan praktis yang dapat diterapkan orang tua untuk mengoptimalkan potensi anak.
Shah Setyawanto, wali murid dari ananda Aureishah Putri El Qinzie kelas 5 Andes, menyampaikan, “Hasil psikotes ini memberikan gambaran mendalam tentang potensi, minat, dan kecenderungan gaya belajar putri kami. Melalui konsultasi ini, kami mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang karakteristiknya. Dengan demikian kami dapat mendampingi dan mengarahkan putri kami secara lebih efektif, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.”
Dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, pihak sekolah menyediakan empat ruangan khusus. Setiap ruangan didampingi oleh satu psikolog dan guru kelas untuk memastikan privasi serta kenyamanan wali siswa selama sesi konsultasi berlangsung.
Di akhir kegiatan, Ita Muflikhatul Ummah SPd, selaku Ketua Jenjang Kelas 5, menyampaikan harapannya. “Dengan kolaborasi terbuka saat konsultasi itu, orang tua dapat berbagi cerita dengan pandangan yang jujur, tidak ada yang ditutupi, karena setiap informasi akan sangat berharga untuk membantu perkembangan proses belajar sang anak. Saya juga berharap tidak ada solusi satu arah, melainkan psikolog, orang tua, dan sekolah akan mencari jalan keluar terbaik bersama-sama.” (*)






0 Tanggapan
Empty Comments