Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Workshop Metodologi Dakwah Santri Putra Karangasem Muhammadiyah: Metode Tepat, Dakwah Berdampak

Iklan Landscape Smamda
Workshop Metodologi Dakwah Santri Putra Karangasem Muhammadiyah: Metode Tepat, Dakwah Berdampak
Penguatan Workshop Metodologi Dakwah 1447 H. Foto: Fahd Daud/PWMU.CO
pwmu.co -

Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, Lamongan, menyelenggarakan Workshop Metodologi Dakwah bagi santri putra sebagai bagian dari penguatan kapasitas dai menjelang pelaksanaan Pekan Dakwah Ramadhan.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, Rabu–Jumat, (4–6/2/2026), bertempat di Aula SMP Muhammadiyah 14 Paciran, dengan total peserta sebanyak 86 santri.

Workshop ini mengangkat tema “Metode Tepat, Dakwah Berdampak”, sebagai penegasan bahwa dakwah bukan sekadar aktivitas berbicara di depan umum, melainkan sebuah proses penyampaian risalah Islam yang membutuhkan ilmu, kesiapan mental, serta pemahaman kondisi masyarakat. Para santri dibekali pemahaman mendasar hingga praktis tentang metodologi dakwah yang relevan dengan realitas sosial umat saat ini.

Ustadz Moh. Faizal Muttaqin selaku pembina, menekankan bahwa seorang dai tidak boleh menyampaikan dakwah secara asal-asalan. Dakwah menuntut bekal yang matang, baik dari sisi keilmuan, akhlak, maupun metode penyampaian. Terlebih, para santri nantinya akan terjun langsung ke tengah masyarakat dalam kegiatan Pekan Dakwah di bulan suci Ramadhan, sehingga kesiapan tersebut menjadi keharusan, bukan pilihan.

“Dakwah tidak cukup dengan keberanian saja, tetapi harus dibarengi dengan bekal ilmu dan metode yang tepat. Seorang dai tidak boleh asal menyampaikan, karena dakwah adalah amanah. Ketika metode tepat digunakan, insyaallah dakwah akan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selain itu, para peserta diajak untuk memahami bahwa masyarakat memiliki latar belakang yang beragam. Oleh karena itu, pendekatan dakwah harus disesuaikan dengan kondisi mad’u, bahasa yang digunakan harus membumi, dan pesan yang disampaikan harus membawa kesejukan, pencerahan, serta solusi. Dakwah yang baik bukan yang keras nadanya, tetapi yang mampu menyentuh hati dan menggerakkan perubahan.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pembentukan mental dan karakter santri sebagai calon dai. Santri tidak hanya diarahkan untuk mampu berbicara, tetapi juga memiliki sikap tanggung jawab moral terhadap apa yang disampaikan. Setiap kalimat dakwah harus dipertanggungjawabkan, karena ia membawa nama Islam dan menjadi cerminan nilai-nilai keislaman itu sendiri.

Dengan adanya workshop ini, diharapkan para santri putra Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran mampu menjalankan peran dakwah secara lebih terarah, berilmu, dan berdampak nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum Ramadhan yang penuh keberkahan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu