Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menyelenggarakan Yudisium ke-48 pada Jumat (13/2/2025) pukul 08.25–10.00 WIB. Sebanyak 18 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dari empat program studi, yaitu Agroteknologi (12 mahasiswa), Budidaya Perikanan (2 mahasiswa), Agribisnis (3 mahasiswa), dan Teknologi Pangan (1 mahasiswa).
Pada kesempatan tersebut diumumkan lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Arzety Bilbina Rindu dari Agroteknologi meraih IPK 3,87. Dari Budidaya Perikanan, Andika Satria Agung memperoleh IPK 3,85. Maulana Cahya Sandiawan dari Teknologi Pangan mencatatkan IPK 3,83. Adapun Adi Styawan dari Agribisnis meraih IPK 3,97 sekaligus menjadi lulusan terbaik tingkat fakultas.
Dalam sambutannya, Adi Styawan menyampaikan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab baru sebagai sarjana pertanian yang dituntut adaptif terhadap perubahan zaman.
Dekan Fakultas Pertanian UMG, Dr. Farikhah, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa lulusan pertanian saat ini menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Mengacu pada laporan FAO, kebutuhan produksi pangan dunia diproyeksikan meningkat hingga 60 persen pada 2050 untuk memenuhi pertumbuhan populasi global. Di sisi lain, sektor pertanian juga dihadapkan pada ancaman perubahan iklim, degradasi lahan, serta keterbatasan sumber daya air.
“Lulusan pertanian di era milenial harus mampu menjadi bagian dari solusi melalui inovasi, riset terapan, dan penerapan climate-smart agriculture. Ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan petani merupakan isu strategis yang harus dijawab dengan kompetensi dan integritas,” tegasnya.
Ia turut mengaitkan peran lulusan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), SDG 13 (Climate Action), serta SDG 15 (Life on Land). Kontribusi sarjana pertanian dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian target-target global tersebut.
Sebagai fakultas yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian modern berkelanjutan, Fakultas Pertanian UMG terus mendorong integrasi antara ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, serta semangat kewirausahaan Islami dalam membentuk lulusan yang tangguh dan solutif.
Yudisium ke-48 ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Pertanian UMG dalam melahirkan generasi sarjana yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, hingga global.






0 Tanggapan
Empty Comments