Sekolah Bisa Belajar dari Pergeseran Manajemen Marketing, Produk ke Layanan

68
Pasang Iklan Murah
Nanang Sutedja saat menyampaikan materi.(Sayid/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah GKB Gresik Nanang Sutedja SE MM menegaskan perlunya sekolah menyadari adanya pergeseran managemen pemasaran (shifting management marketing) yang berkembang saat ini.

“Kalau dulu persaingan bisnis itu berbasis produk. Tapi, saat ini kompetisi berjalan berdasarkan atas layanan,” jelasnya saat memberikan materi pada kegiatan Marketing Synergy Forum yang diselenggarakan di Averros Hall SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik, Sabtu (6/7/19).

iklan

Nanang memberikan contoh proses pemasaran perusahaan minuman kemasan. Minuman X yang dipasarkan berbasis pada kualitas produknya, pastinya memiliki expired date (tanggal kadaluarsa). Sehingga menurut dia, minuman X tersebut tidak akan bisa bertahan lama.

Sebaliknya, perusahan yang berkembang semakin besar itu adalah yang mampu memikat dan memberikan berbagai bentuk layanan seluas-luasnya kepada customer (pelanggannya).

Dia lalu memberikan contoh layanan yang dikembangkan perusahan transportasi online yang mampu memfasilitasi semua kebutuhan pelanggan pesan makanan, antarbarang, antarjemput, belanja dan lain sebagainya dalam satu platform saja.

Nanang lalu menyampaikan bahwa managemen pemasaran berbasis layanan (platform) itu tidak terikat oleh aset perusahan akan tetapi pada kemampuan membangun dan mengelola networking. “Tidak terlalu penting sebuah aset saat ini, akan tetapi perbanyak jaringan maka sekolah akan berkembang semakin pesat,” ujarnya.

Selain itu, dengan kemajuan teknologi yang ada maka pola pemasaran berbasis platform secara responsif akan mampu menyesuaikan dengan lifestyle (gaya hidup) dari kebutuhan pelanggannya.

Terhadap 50 peserta yang hadir, lulusan Managemen Ekonomi Universitas Negeri Jember ini menerangkan persaingan sekolah saat ini juga bergantung kepada kecepatan memberikan akses informasi kepada pelanggan.

“Kalau banyak yang membantu memasarkan sekolah kita itu berarti sekolah kita banyak diminati,” jelasnya. (Anis Shofatun)