Jagongan Kebangsaan IMM Blitar: Bung Karno Sedih Rakyat Hanya Menjadikannya Objek Selfie

62
Pasang Iklan Murah
Ngobrol bareng aktivis organisasi mahasiswa, pegiat literasi, dan masyarakat umum di acara IMM. (Abdul Rozak Ali Maftuhin/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Blitar Raya menggelar Jagongan Kebangsaan, Sabtu (17/8/19). Acara yang digelar di Amphyteater Makam Bung Karno ini dihadiri oleh aktivis organisasi mahasiswa, pegiat literasi, dan maryarakat umum.

Acara dibuka dengan musikalisasi puisi dengan judul Kembalinya Bung Karno yang dibawakan oleh Fahrizal Aziz, akivis Fokal IMM. Melalui puisinya, Immawan berperawakan tinggi ini ingin menyadarkan masyarakat Indonesia yang tak elok mengenal Bung Karno hanya sekadar foto dan mengabaikan karya besar yang ditinggalkan.

iklan

“Buku-buku tertata rapi di rak. Tetapi kursi dan meja di dekatnya tampak sepi. Bung Karno terlihat sedih. Karena rakyat Indonesia hanya menjadikannya sebagai objek selfie,” sindir Fahrizal dalam puisinya.

Turut hadir sebagai pembicara Budi Kastowo, pegiat literasi yang dikenal dengan julukan “Buku Bung Karno Berjalan”. Budi mengisahkan tentang kemerdekaan, nasionalisme, dan perjalanan presiden pertama Indonesia.

“Merdeka itu bukan sekadar pekikan. Nasionalisme tak hanya ucapan. Tapi semua itu harus dibuktikan dengan karya nyata.” terang Budi.

Sebagai penutup, Budi mengajak audience untuk memakmurkan perpustakaan Bung Karno sebagai gerakan memerdekakan diri dari ketidaktahuan.

Jagongan dilanjutkan dengan orasi kebangsaan dari ketua IMM Blitar, perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan perwakilan organisasi mahasiswa yang hadir. (*)

Kontributor Abdul Rozak Ali Maftuhin. Editor Mohammad Nurfatoni.

Jagongan Kebangsaan IMM Blitar di Amphiteater komplek Makam Bung Karno. (Abdul Rozak Ali Maftuhin/PWMU.CO)