Ini Perbedaan Burung Merpati di Singapura dan Indonesia, Ternyata Tunjukkan Karakter Bangsa

173
Pasang Iklan Murah
Fathurrohman Sany. (Ichwan Arif/PWMU.CO)

PWMU.CO – Sikap manusia akan bisa menentukan sikap alam pada kita. Karakter kita bisa dilihat dari prilaku pada burung, contohnya merpati.

Inilah poin yang disampaikan Fathurrohman Sany anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dalam kultum hari kedua Rihlah Dakwah IV, Ahad (18/8/19).

Burung merpati di Indonesia dan Singapura sangat berbeda. Burung di Indonesia adalah aset. Maka, dia akan diburu, ditangkap, dan dijual. Dan uangnya bisa menambah ekonomi.

“Burung merpati atau jalak di sini (Singapura) sangat akrab dengan manusia. Keberadaan mereka tidak diganggu sehingga bisa mendekat dan akrab dengan manusia,” ujarnya.

Merpati atau jalak, menurutnya, takut dengan orang Indonesia karena mereka akan ditangkap dan ditukar dengan uang. Di Singapura berbeda. Manusia sangat ramah dengan burung sehingga hubungan dekat. Ada manusia, burung bisa mendekat. Keberadaannya tidak akan diganggu.

Fathur pun menegaskan karakter manusia bisa dilihat bagaimana perilaku kita pada burung. Ketika kita bersahabat dengannya maka dia akan bersahabat dengan kita.

Kebalikannya, lanjut dia, ketika perilaku kita tidak ramah maka dia akan menjauh karena hidupnya terusik atau terganggu. “Ketika kita jadi teman maka burung-burung tersebut akan jadi teman. Kalau kita memusuhi dia, maka dia juga menganggak kita jadi musuh,” ungkapnya. (*)

Kontributor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.