Seminar di Muhammadiyah Islamic College Singapore: Selain Stigma Teroris, Ini Tantangan Global Umat Islam

281
Pasang Iklan Murah
Dr Saifuddin Amin dalam Seminar Internasional di Muhammadiyah Islamic College, Singapura (Darul/PWMU.CO)

PWMU.CO – Gambaran dakwah di Singapura dan tantangan Islam dalam skala global dibedah dalam International Seminar on Islamic Dakwah South East Asia di Muhammadiyah Islamic College Singapore, Ahad (18/8/19).

Dean MIC Dr Saifuddin Amin menjabarkan tantangan dakwah secara global di antaranya stigma teroris yang masih dominan terhadap Muslim. “Jika ada yang melontarkan isu teroris, maka yang menjadi sasaran utamanya adalah umat Islam,” ujarnya.

Kedua, yang menjadi tantangan dakwah global adalah masih belum lepasnya negara mayoritas Muslim dari jerat korupsi. Saifuddin lalu memaparkan data, negara-negara yang bebas korupsi malah yang memproklamasikan dirinya sebagai negara sekuler.

“Untuk indeks ekonomi umat Islam juga masih rendah. Termasuk juga rangking dunia untuk nilai matematika dan minat membaca,” papar Saifuddin yang menyebut Singapura menduduki peringkat pertama untuk nilai matematika dan minat membaca.

Selain gambaran di atas, menurut dia, ada juga fakta-fakta positif dalam perkembangan umat Islam saat ini. Yang menggembirakan, lanjut dia, adalah fakta pertumbuhan umat Islam yang semakin banyak dan masif. “Di kawasan Eropa kita melihat geliat Islam yang sungguh luar biasa,” ujarnya.

Lalu bagaimana berdakwah di era saat ini? Menurut Saifuddin, melihat kisah inspiratif dari Zulkarnain dalam Quran Surat Alkahfi bisa menjadi rujukan.

Menurutnya, mereka yang terjun dalam dakwah harus mempunyai beberapa kemampuan yang berguna untuk menunjang kesuksesan misinya. Di antaranya keimanan yang kokoh, leadership, atau kepemimpinan yang kuat, kemandirian ekonomi, juga perlunya penguasaan media.

“Sehingga kesan yang diinginkan untuk menjadi nilai tambah diantaranya dapat menyasar pendidikan, dakwah, produk, dan pariwisata,” tandasnya. (*)

Kontributor Darul Setiawan. Editor Mohammad Nurfatoni.