Kecanduan Gadget Sama Bahayanya dengan Narkoba, Ini Penjelasannya

34
Pasang Iklan Murah
Seminar parenting di MTs Muga Bojonegoro. (Shofi/PWMU.CO)

PWMU.CO– MTs Muhammadiyah 3 (MTs Muga) Sumberrejo Bojonegoro menggelar Seminar Parenting yang diikuti 60 siswa kelas IX dengan orangtuanya di sekolah, Kamis (17/10/ 2019).

Sebagai pembicara Siti Soleha AMd Kep, dikenal dengan Bunda Leha, dari Mata Hati Care Center Kota Malang.

Bunda Leha mengatakan, anak sekarang itu yang rusak mentalnya, akibat pengggunaan gadget yang berlebihan. Karena kurang gerak terjadi akumulasi lemak dalam tubuh, sakit jantung, stroke, diabet dan rabun mata.

“Gadget kalau dipakai orang dewasa, 20 persen radiasinya menyerang otak. Jika yang memakai anak maka radiasinya menyerang otak 80 persen. Ini berbahaya karena terganggunya fungsi otak. Akibatnya sulit konsentrasi, kecemasan, gangguan pada mata, terjadi kerusakan motorik dan syaraf otak serta penyakit sosial,” tandasnya.

Menurut dia, penelitian di Indonesia mengungkapkan pengguna gadget hanya 30 persen populasi manusia yang menggunakan dengan baik. Selebihnya penggunaanya negatif.

”Sebanyak  90 persen anak kelas satu sampai tiga SD sudah melihat gambar negatif dari gadget. Langsung atau lewat tayangan iklan. Siswa kelas 5 sampai SMP sudah melakukan kekerasan akibat pengaruh game,” paparnya.

Di akhir zaman sekarang ini, sambung dia, anak yang berbuat baik di gadget malah di-bully. Harusnya sikap yang positif dijaga dan didukung agar tetap lestari. Anak sekarang itu pintar saja tidak cukup, tapi yang lebih penting berkarakter baik. Pendidikan akhlak sekarang lebih penting dibanding pendidikan akademik.

“Anak yang sering diomeli dan dibentak-bentak sel dalam otak yang berjumlah 3.004 akan hangus. Bermain dua jam dalam satu hari, anak sudah kategori kecanduan gadget. Ini lebih berbahaya dari narkoba.,” tandasnya.

Sekarang yang harus dilakukan guru dan orangtua adalah membangun komunikasi efektif dan positif dengan anak. Anak diajarkan bagaimana menyenangkan hati orang tua, guru dan teman.

Bunda Leha mengakhiri pemaparannya dengan menyuruh anak berdekatan dengan orangtuanya. Lalu menyimak film perjuangan orangtua bekerja, hingga perjuangan orangtua sakit sampai wafat.

Kemudian disuruh berdiri mengamati tayangan film proses bayi lahir, tumbuh dan berkembang. Sesekali pemateri menguatkan tayangan dengan sentuhan cerita, hingga spontan siswa tersimpuh memeluk orangtua dan meminta maaf.

Seminar Parenting diakhiri sedekah Jumat Berkah (Sejubah) Bojonegoro. Bunda Efi, tim Sejubah menyampaikan program Sejubah dan membuka donasi kepada wali murid menghasilkan Rp 774.000. Bantuan ini akan digunakan santunan fakir miskin dan pengiriman air bersih ke kawasan kekeringan. (*)

Penulis M. Shofi  Editor Sugeng Purwanto