Mobile Detektif Kahol Siswa SDMM Melaju ke Babak 5 Besar Karya Sains Terbaik SD di KJSA 2019

212
Pasang Iklan Murah
Mahrus Ali Fawwas saat proses pengambilan video. (M Fadloli Aziz/PWMU.CO)

PWMU.CO – Final Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) Goes Digital 2019 akan digelar di Jakarta, 22-26 Oktober 2019. Setelah melewati tahap penjurian, diperoleh 10 nama siswa SD dan SMP yang lolos pada tahap seleksi kedua. Salah satunya, Mahrus Ali Fawwas, siswa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik.

Guru pembina Muhammad Fadloli Aziz mengatakan, setelah diumumkan masuk dalam 20 besar yang terdiri dari 10 karya sains terbaik SD dan 10 karya sains terbaik SMP, pembimbingan terkait materi dan perbaikan karya dilakukan. “Baik bimbingan yang dilakukan oleh pembimbing dari sekolah ataupun mentor yang sudah disiapkan panitia KJSA 2019,” ujarnya kepada PWMU.CO, Sabtu (19/10/19).

Aziz menambahkan, Mahrus dibimbing oleh Chief Technology Officer (CTO) Tempo Media Group Handy Darmawan. Pembimbingan yang dilakukan oleh mentor dilakukan secara online. “Pak Wawan memberikan arahan agar proses pembuatan video karya sains Mobile Detektif Kahol (Detektor Aktif Kadar Alkohol) dibuat mulai proses pembuatan karya sains sampai karya sains tersebut diujicobakan, dilakukan tanpa edit dengan durasi 8 sampai 10 menit,” jelasnya.

Aziz mengaku hal tersebut bukan hal yang mudah, karena saat pengambilan video dilakukan, sering kali ada kegagalan dalam proses merakit karya tersebut. “Atau ketika berhasil dalam merakit karya, ada ketidakberhasilan dalam melakukan uji coba alat kreasi terhadap sampel,” paparnya.

Bisa juga, lanjutnya, ketika sudah berhasil dalam merakit, memprogram, mendesain tampilan agar lebih menarik, dan berhasil pula dalam uji coba karya, terjadi kekurangan atau kelebihan waktu yang ditentukan. “Maka harus mengulang lagi,” tegasnya.

Selain itu, Aziz menceritakan pernah sudah berhasil semua, ternyata terlalu banyak gerakan yang tidak diperlukan dalam video sehingga perlu mengulang lagi. “Sampai saya sempat dikomentari oleh Pak Wawan, kecapekan ya Pak saat pegang kamera,” ujarnya sambil tertawa.

Setelah berhasil membuat video, kata dia, langkah selanjutnya mengunggah ke YouTube untuk dilakukan penjurian. Saat hari H penjurian, tepatnya Selasa, 15 Oktober 2019, Mahrus sudah standby bersama karyanya untuk bersiap mendapatkan pertanyaan dari dewan juri melalui hangout video call jika diperlukan. “Tapi sampai sesi berakhir tidak dihubungi juri. Berarti kemungkinan video sudah cukup jelas,” ungkap Aziz.

Ia melanjutan, esok harinya, Rabu, 16 Oktober 2019, pihaknya dihubungi panitia bahwa karya sains Mobile Detektif Kahol dinyatakan lolos 5 karya sains terbaik SD dan berhak mengikuti penjurian final dan pameran di Jakarta.

“Info dari panitia, oleh PT Kalbe Farma 5 karya sains terbaik SD dan 5 karya sains terbaik SMP juga akan diikutkan ajang Indonesia Science Exhibition (ISE) 2019 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),” jelasnya bahagia.

Sementara itu, Mahrus mengaku bersyukur karya Mobile Detektif Kahol bisa lolos 5 karya sains terbaik SD. “Saya tidak menyangka bisa lolos karena setelah saya lihat video yang diunggah 10 besar peserta lain di youtube bagus-bagus,” ujarnya.

Ia mengatakan, video siswa lain ada yang berupa animasi menggunakan scratch dan minecraft. “Adapula yang berupa alat kreasi sains yang sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Berikut lima karya SD dan lima SMP yang lolos pada tahap seleksi ke-2 atau 10 besar finalis:

Kategori SD

  1. Anneke Nazeeya Setiawan, Sekolah Kuntum Cemerlang, “Kick It Out”, mentor Dewis Akbar.
  2. Ghirta Mahataksya, SD Saraswati 3 Denpasar, “Alat Pengisian Botol Otomatis”, mentor Setyo Purnomo.
  3. Muhammad Akbar, Syafana Primary Islamic School, “Alat Cuci Tangan Otomatis”, mentor Herry Kwee.
  4. Mahrus Ali Fawwas, SD Muhammadiyah Manyar Gresik, “Detektor Aktif Kadar Alkohol”, mentor Handy Darmawan.
  5. Zayyan Ahmad Hanan, SDIT Darul Abidin Depok, “Kampanye Pelestarian Sda Minecraft”, mentor Ikhlasul Amal.

Kategori SMP

  1. Gavin Malik Setiawan, Sekolah Kuntum Cemerlang “Jemput Aku”, mentor Mohamad Imam Afandi.
  2. Kurnia Ramadhani Wibawaningtyas, SMP N 1 Bantul “Alat Pemberi Nutrisi Otomatis”, mentor Ikhlasul Amal.
  3. Else Windasari dari SMP 1 Jetis Ponorogo “Robot Orak-Arik Gabah”, mentor Dewis Akbar.
  4. Sofi Wulan Ramadhani, SMP Muhammadiyah 2 Denpasar, “Automatic Trash Machine”, mentor Hemi Prasetyo.
  5. Callista Samantha Dina Charis, SMPK Penabur Kota Wisata “Smart Digital Iot System”, mentor Herry Kwee.

Selamat! (*)

Kontributor Ria Pusvita Sari. Editor Mohammad Nurfatoni.