Tanam Puasa Panen Sabar dan Tawakal

Tanam Puasa Panen Sabar dan Tawakal (Ilustrasi freepik.com)

Tanam Puasa Panen Sabar dan Tawakal ditulis oleh Ustadz Muhammad Hidayatulloh, Pengasuh Kajian Tafsir al-Quran Yayasan Ma’had Islami (Yamais), Masjid al-Huda Berbek, Waru, Sidoarjo.

PWMU.CO – Ngaji Ramadhan kali ini berangkat dari hadist riwayat Muslim sebagai berikut:

عن ابنِ عَبَّاسٍ رَضيَ اللَّهُ عَنْهُما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّه ﷺ لأَشَجِّ عبْدِ الْقَيْس: إِنَّ فيكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ: الحِلْم, وَالأَنَاة رَواهُ مُسلم

Dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah SAW bersabda kepada Asyajj Abdul Qais, ‘Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang dicintai Allah, yaitu, murah hati dan sabar.'”

Al-anaah bermakna intidhaar wa tamahhul artinya pelan-pelan tidak terburu-buru. Atau juga bermakna ash shabru yakni sabar. Sedangkan sabar dari kata shabara shabran bermakna habasa nafsahu ‘an … Yakni memenjarakan atau menahan diri dari. Jadi sabar merupakan kata dari bahasa Arab yang di Indonesiakan.

Maka al-anaah juga sepadan dengan kata shabr yakni sabar. Sabar selalu bergandeng dengan tawakal. Keduanya merupakan perisai bagi diri kita untuk dapat istikamah dengan komitmen pada nilai-nilai tauhid.

Bagai dua sisi mata uang, antara sabar dan tawakal merupakan suatu yang terikat dan terkait. Tidak ada sabar tanpa tawakal demikian pula sebaliknya tidak ada tawakal tanpa sabar.

Tawakal lebih ke arah penyerahan dengan berlandaskan pada sunnatullah yang berlaku. Sabar lebih ke arah keteguhan untuk menjalaninya tanpa berusaha berpaling dari rel kebenaran.

Maka sabar dan tawakal menjadi kekuatan dalam diri kita untuk tetap berbuat dan bertindak pada nilai-nilai yang telah ditetapkan-Nya. Betapapun rintangan dan tantangan yang sedang dihadapinya. Termasuk dalam kondisi yang yang sangat tidak kondusif. Konsistensi tidak akan berubah.

Buah Puasa Sabar dan Tawakal

Bentuk pelatihan sabar dan tawakal ini secara konkrit sebagaimana perintah berpuasa atau shiyam. Di mana shiyam berarti al-imsaak artinya menahan diri.

Bukan hanya secara makna eksoterik (lahiriah), tetapi juga makna esoterik (batiniah). Sekalipun terhadap suatu yang halal saja kita disuruh menahan diri, apalagi yang haram atau sesuatu yang subhat (samar), juga yang mengandung mudlarat (berbahaya) bagi diri kita.

Sehingga bukan hanya yang kita makan dan minum. Tetapi semua jenis perbuatan dan tindakan di atas dasar nafsu harus benar-benar diantisipasi untuk tidak dilakukan secara liar dan membara.

Maka dengan sabar kita akan terhindar dari sikap bonek atau bondo nekat dalam hidup. Atau menjadi manusia yang gelap mata: tubruk sana tubruk sini. Sebab setiap kesuksesan membutuhkan proses. Maka memproses menuju keberhasilan dibutuhkan tawakal dan sabar.

Maka dalam setiap langkah kita selalu dalam bimbingan Allah SWT. Apapun hasil dari proses yang kita jalani tidak menjadikan kita berputus asa dan pantang menyerah. Selama udara dunia ini masih bisa dihirup, pantang kita berdiam diri dan berpangku tangan. Selalu berbuat, berjuang menuju kejayaan.

Cahaya Sabar

Ashshabru dliyaa un, sabar itu bercahaya. Begitulah di antara sabda Rasulullah. Dengan sabar akan bertemu jalan terang dalam kehidupannya. Apalagi Allah SWT selalu menyertai orang-orang yang sabar.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ 

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (al-Baqarah 153).

Tidak ada sedikit pun Allah akan menganiaya hamba-hamba-Nya. Dan tidak akan pula Allah menyia-nyiakan setiap usaha dan ikhtiar hamba-hamba-Nya tersebut.

Setiap gerak-gerik seorang Mukmin adalah bernilai ibadah kepada Allah SWT. Karena itu setiap yang dilakukan seorang mukmin pasti akan berdampak positif di dunia sampai di akhirat.

Allah akan membalas dengan yang lebih baik dari usaha tersebut. Sekecil dan seolah tidak bermakna sekalipun, selama kegiatan tersebut dalam kerangka rel kebenaran pasti tidak akan sia-sia.

Hakikat Sabar

مَا عِندَكُمۡ يَنفَدُ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٖۗ وَلَنَجۡزِيَنَّ ٱلَّذِينَ صَبَرُوٓاْ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ 

Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (an-Nahl 96).

Tiada keberhasilan dan kebahagiaan yang akan diraih oleh manusia kecuali mereka mau bersabar dalam pengertian yang benar.

Sabar berarti tanggap dengan keadaan dan akan memenejnya dengan benar. Itu berarti setiap Mukmin adalah manajer-manajer sukses yang mampu mencipta atau melihat peluang untuk berbuat lebih maju.

Profesionalitas dan kredibilitas menjadi taruhan kehidupan secara total. Juga integritas pribadi yang harus selalu dijaga dan dipertahankan.

Sabar untuk selalu dalam keataan kepada Allah, tanpa sedikit pun berpaling. Sabar untuk menghindari segala yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Sabar dengan rintangan dan halangan untuk terus melaju tanpa berputus asa dan mencari kambing hitam serta juga semakin meningkatkan kewaspadaan untuk tidak terjatuh dua kali dalam lubang yang sama.

Maka sabar merupakan tawakal terhadap garis kehidupan yang telah ditentukan-Nya.

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ  ١٥٥ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٞ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ  ١٥٦

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’. (al-Baqarah 155-156).

Kini kita sedang di ujung Ramadhan. Semoga segala ibadah kita yang telah kita ‘tanam’ di bulan suci itu diterima oleh Allah. Dan puasa kita berbuah sabar dan tawakal.

Tanam puasa panen sabar dan tawakal. Selamat Idul Fitri 1441, mohon maaf lahir dan batin. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni.

This post was published on Sabtu 23 Mei 2020 | 06:29 06:29

Related Post
Leave a Comment