Membumikan Nurani para Wali, Khutbah Jumat Pilihan

Membumikan Nurani para Wali, Khutbah Jumat Pilihan (Ilustrasi freepik.com)

PWMU.CO – Membumikan Nurani para Wali khutbah Jumat Pilihan oleh Masroin Assafani, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lamongan

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرً. قال الله -عز وجل؛ أعوذ بالله من الشيطان الرجيم, بسم الله الرحمن الرحيم، اَلَاۤ اِنَّ اَوْلِيَآءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ -  الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَا نُوْا يَتَّقُوْنَ .   أَمَّا بَعْدُ

Jamaaah Rahimahumullah

Mari kita meneguhkan iman dan takwa kepada sang Khalik Allah SWT dan mencurahkan cinta sejati kita kepada Rasulullah SAW, Nabi akhiruzzaman. Dari dasar inilah kita akan mendapat kasih sayang Allah, yaitu kasih-Nya yang tak terbatas. Barangsiapa menjalankan dasar iman dan takwa akan mendapatkan tiga hal, yaitu pertama menjadi kekasih Ilahi, kedua terbukti sebagai wali Allah, dan ketiga mendapat kemenangan agung dari Allah SWT.

Adapun dasar pertama kekasih Ilahi adalah Allah berfirman:

اَلَاۤ اِنَّ اَوْلِيَآءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

“Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (Yunus 62)

Kandungan ayat  ini, kekasih Allah akan memiliki dua keteguhan hati; yaitu tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.

Dasar kedua bukti Wali Allah, Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَا نُوْا يَتَّقُوْنَ 

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa.” (Yunus 63)

Kandungan ayat ini  adalah bukti kekasih Allah adalah mereka yang memiliki dasar: Iman “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan takwa dan senantiasa bertakwa.”

Ketenangan Hati

Dasar ketiga, kemenangan Wali Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَهُمُ الْبُشْرٰى فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰ خِرَةِ  لَا تَبْدِيْلَ لِـكَلِمٰتِ اللّٰهِ  ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ  

“Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung.” (Yunus 64)

Kandungan ayat ini adalah 1. Kabar gembira bagi kekasih Allah  “Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. 2. Kemenangan yang gemilang “Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung.”

Tiga ayat tersebut merupakan informasi langsung dari Allah SWt., sebagaimana Ibnu Katsir jelaskan sebagai berikut; Allah Ta’ala memberitahukan bahwa para wali-Nya adalah orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa, sebagaimana mereka dijelaskan Allah dengan takwa. Jadi, setiap orang yang bertakwa merupakan wali Allah. ”Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka”, terhadap aneka kengerian akhirat yang akan mereka hadapi. ” Dan tidak pula mereka bersedih hati” terhadap apa yang mereka tinggalkan di dunia.

Diriwayatkan dari al-Bazzaar bahwa, Ibnu Abbas berkata;

قال رجل يارسول الله من اولياء الله ؟ فال الذين إذا رؤو ا ذكر الله

“Seseorang bertanya, “Ya Rasulullah siapakah para wali Allah itu? Beliau menjawab, ialah orang-orang yang apabila dilihat maka teringat kepada Allah.”

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah SAW., Bersabda;

“إن من عباد الله عبادا يغبطهم الأمبياء والشهداء” قيل من هم يارسول الله لعلنا نحبهم ؟ قال : “وهم قوم تحابوا في الله من غير أموال: ولا أنساب, وجوههم نور على منابر من نور لايخافون إذا خاف الناس ولايحزنون إذا حزن الناس” ثم قرأ : “ألا إن أولياء الله لاخوف عليهم ولاهم يحزنون

“Di antara hamba-hamba Allah itu ada sejumlah hamba yang membuat para nabi dan syuhada iri kepada mereka.” Beliau ditanya, ’Ya Rasulullah, siapakah mereka itu? Mungkin kami dapat mencintainya.’ Beliau bersabda, ‘Mereka adalah suatu kaum yang saling mencintai karena Allah, bukan karena harta dan keturunan. Wajah mereka bagaikan cahaya. Mereka berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya. Mereka tidak merasa takut saat orang-orang takut, dan mereka tidak bersedih tatkala orang-orang sedih.’ Kemudian beliau membaca ayat, ‘Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.’

Hadits di atas pun diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Umar bin Khathab dengan sanad yang baik.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ubadah bin Shamit bahwa dia bertanya kepada Rasulullah SAW

 يارسول الله : أرأيت قول الله تعالى : “لهم البشرى في الحيات الدنىا وفي الا خرة” فقال لقد سألتني عن شيء ما سألني عنه أحد من أمتي – أو قال قبلك – تلك الرؤيا الصالحة يراها الرجل أو ترى له. رواه أحمد

“Ya Rasulullah, bagaimana pendapat engkau tentang firman Allab, “Bayi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kebidupan) di akhirat? Beliau bersabda, Kamu telah menanyakan sesuatu kepadaku yang tidak pernah ditanyakan oleh seorang pun di antara umatku, atau seseorang sebelummu, Maksudnya mimpi yang baik yang dialami seseorang atau yang diperlihatkan kepadanya.’” (HR Ahmad)

Imam Ahmad meriwayatkan dari dari Abdullah bin Shamit, dari Abu Dzar, dia berkata, ”Ya Rasulullah, ada seseorang melakukan suatu  perbuatan, lalu orang-orang memuji dan menyanjungnya karena perbuatan itu.” Rasulullah saw. bersabda:

تلك عاجل بشرى المؤمنين. رواه مسلم

“Itulah kegembiraan seorang Mukmin yang diberikan dengan segera.” (HR Muslim)

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

الرؤي الحسنة هي البشرى يراها المسلم أوترى له

“Mimpi yang baik merupakan berita gembira yang dilihat seorang muslim atau diperlihatkan kepadanya.”

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ummu Kuraiz al-Ka’biyah, dia berkata bahwa aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

ذهبت النبوة وبقيت المبشرات

“Kenabian telah berlalu dan tinggallah berita-berita yang menggembirakan.”

Hal senada juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Aby Hurairah, Mujahid, Urwah, dan sebagainya. Mereka menafsirkan al-busyraa dengan mimpi yang baik.

Pendapat lain mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al-busyraa ialah berita gembira yang disampaikan malaikat kepada orang beriman saat sakaratu| maut bahwa dia akan meraih surga dan ampunan. Hal ini senada dengan firman Allah SWT:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَا فُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَ بْشِرُوْا بِا لْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (Fussilat 30)

نَحْنُ اَوْلِيٰۤـؤُکُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰ خِرَةِ  وَلَـكُمْ فِيْهَا مَا تَشْتَهِيْۤ اَنْفُسُكُمْ وَلَـكُمْ فِيْهَا مَا تَدَّعُوْنَ  

“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.” (Fussilat 31)

Adapun kegembiraan mereka di akhirat ialah seperti ditegaskan Allah; ”Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata), “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.” (al-Anbiya’:103)

Jamaah yang dikasihi Allah

Akhirnyabisa kita ambil kesimpulan, bahwa wali atau kekasih Allah adalah di antaranya barangsiapa yang mampu membumikan iman dan taqwanya serta takut dan cinta, sampai harapannya hanya kepada Allah SWT.

Para nabi dan rasul adalah waliyullah (kekasih Allah), lebih-lebih Nabi tercinta kita Nabi Muhammad SAW, sahabatnya, pewarisnya dan para pengikutnya, semoga kita bagian dari golongan yang mampu membumikan nurani para wali Allah yakni kekasih Allah SWT, ami.n

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولاه. أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله. معاشر المسلمين رحمكم الله أوصيكم وإياي بتقوى الله فقد فاز المتقون

قال الله تعالى فى القرآن الكريم, أعوذ بالله من الشيطان الرجيم, إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا. اللهم صل على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات وقضي الحجات. لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ. رَبَّنَا ظَلَمۡنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ. لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبۡحَٰنَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ. رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا. عباد الله, إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ. ولَذِكْرُ اللَّهِ أكبر! أَقِمِ الصلاةَ

Membumikan Nurani para Wali, Khutbah Jumat Pilihan, artikel ini kali Pertama dimuât majalahmatan.com.

This post was published on Kamis 9 September 2021 | 20:09 20:09

Related Post
Leave a Comment