Pembinaan GTT Mugeb School, Ini Pesan Dua Kepala Sekolah

Mochammad Nor Qomari saat menyampaikan materi (Fiska Puspa Dwi Arinda/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pembinaan GTT Mugeb School, Ini Pesan Dua Kepala Sekolah. Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gersik menyelengarakan pembinanan guru tidak tetap (GTT) di lingkungan Mugeb School, Rabu-Kamis (29-30/9/21).

Kegiatan hari pertama diikuti oleh guru SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) dan SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio). Hari kedua diikuti oleh guru SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) dan SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School).

Pada kegiatan hari kedua yang bertempat di SD Mugeb tampil sebagai pemateri: Kepala SD Mugeb Mochammad Nor Qomari SSi, Kepala Berlian School Fauzudin Ahmad SPd, dan Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik Nanang Sutedja SE MM.

Ustadz Ari, sapaan akrab Mochammad Nor Qomari, memberi materi cara menyiapkan menjadi guru efektif. “Saya akan menjelaskan tujuh tips atau cara menjadi guru efektif,” ujarnya.

Pertama, proaktif, kreatif, berinisiatif, dan tidak mudah menyerah. Harus terus berupaya memperbaruhi metode. “Kita sebagai pengajar harus bisa lebih dari aktif harus proaktif, saya yakin guru Mugeb School pasti proaktif semuanya,” tuturnya.

Kedua, begin with the and in mind. “Berpikir dari akhir (mengetahui tujuan atas apa yg dikerjakan) harus punya gambaran yang ditujukan dan diinginkan, kemudian realistis dan implementatif,” jelasnya.

Ketiga, put first things first. “Kita harus tahu ketika di kelas menjelaskan A-B-C-D harus diperioritaskan kebutuhan anak-anak terlebih dahulu,” terang dia.

Keempat, win-win principle. “Memenangkan tanpa ada yang merasa dikalahkan. Ini solusi terbaik yang paling optimal manfaatnya,” ujarnya.

Kelima, synergy. “Kerja sama yang menghasilkan output berlipat dari pada penjumlahan hasil yang dikerjakan sendiri-sendiri. Apabila dikerjakan sendiri-sendiri tidak akan seimbang karena di sini tidak ada supermen. Yang ada superteam,” jelasnya.

Keenam, empathy. “Berusaha mengerti dan memahami orang lain sebelum orang lain memahami diri kita,” ujarnya.

Ketuju, self develoment. “Selalu meningkatkan kualitas diri, karena masa depan tidak mudah. Perubahan itu tidak jelas. Maka kita harus mengilmui permasalahan. Makanya kita diharuskan adaptif terhadap perubahan,” jelasnya.

Mengakhiri materi Ustadz Ari memberi semangat kepada seluruh peserta: “Tetap semangat, tetap menebarkan energi positif.”

Guru di Atas Rata-Rata

Pemateri kedua Fauzudin Ahmad mengangkat tema “Beyound the Teacher”. Mengenakan baju batik warna biru bercorak kuning, dia membuka materi dengan menyampaikan harapan kepada peserta.

“Guru yang luar biasa, guru di atas rata-rata, guru yang lebih di tempat lain. Itu yang kita harapkan,” ujarnya.

Ustadz Ahmad, sapaannya, lalu membacakan surat at-Tin ayat 5 dan menjelaskan isi kandungannya. “Jadi makhluk hidup digolongkan menjadi tiga. Sebaik-baik makhluk hidup adalah manusia. Karena sebaik-baiknya, maka kita harus menjadi manusia yang bermanfaat,” terang dia.

“Kita dikasih kemampuan berpikir, maka harus mau berpikir lebih kritis,” tambahnya.

Ustadz Ahmad kemudian mengajak peserta untuk tetap bersyukur dalam lelahnya bekerja. “Ingatlah dulu kita pernah merasakan betapa lelahya dalam mencari kerja. Dengan bekerja lebih keras melebihi batas kemampuan, mudah-mudahan kita semuah diberi kesehatan,” ujarnya.

“Yakinlah Ustadz dan Ustadzah, jika kepala sekolah memberi amanah karena Kalian dipercaya dan pasti bisa. Jangan pernah menyerah,” ujarnya.

Dia menyampaikan, di lingkungan Mugeb School ini tidak ada junior versus senior. “Bersyukurlah di lingkungan kita tidak ada senior dan junior. Semua sama. Tidak ada yang dibeda-bedakan. Semua bisa berkontribusi. Tidak usah menunggu siapa paling lama,” jelasnya.

Di akhir materi Ustadz Ahmad menyampaikan: “Bekerjalah dengan ikhlas. Bekerja karena hati nurani dan kemampuan.” 

Sementara itu Nanang Sutedja menyampaikan materi terkait sinergi Mugeb School dengan sekolah mitra. Agar saling membantu mengembangkan, terus berinovasi, dan bercita-cita tinggi. (*)

Penulis Fiska Puspa Dwi Arinda Editor Mohammad Nurfatoni

This post was published on Rabu 6 Oktober 2021 | 18:34 18:34

Related Post
Leave a Comment