Bagi kader yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), minimal ada empat karakter utama yang dimiliki. Berjiwa al-Ma’un, cerdas-kritis-adaptif, semangat kerja jihad dan jiwa pengabdian yang kuat, serta memahami Islam dan Ke-Muhammadiyah-an. Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel Surabaya, Drs H Ahmad Zaini MPd, Sabtu (28/02/2026).
Zaini menerangkan 4 karakter itu dalam kegiatan Baitul Arqam 1447 H bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sekolah Muhammadiyah se-Cabang Ngagel. Kegiatan yang berlangsung di SMAMDA Tower Surabaya ini digelar selama dua hari. Mulai tanggal 28 Februari hingga 1 Maret 2026, bertepatan 11-12 Ramadhan 1447 H. “Kader Muhammadiyah itu harus ringan tangan dan suka membantu,” jelas Zaini tentang karakter al-Maun.
Karakter kedua yang tidak boleh lepas dari kader Muhammadiyah, adalah cerdas, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ketiga, setiap kader harus memiliki semangat kerja jihad dan jiwa pengabdian yang kuat. Yang semuanya bermuara dengan niatan sebagai ibadah kepada Allah SWT.
Keempat, memahami Islam dan Kemuhammadiyahan secara mendalam. “Kami berharap kegiatan Baitul Arqam ini tidak hanya menjadi agenda seremonial. Tetapi benar-benar melahirkan kader-kader militan yang siap mengabdi untuk persyarikatan dan umat,” jelas Zaini tentang karakter keempat.
Mengusung tema “Optimalisasi Fungsi Sekolah sebagai Lahan Dakwah dan Perkaderan”, acara ini menjadi momentum strategis untuk penguatan ideologi dan komitmen dakwah di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Sebelumnya, Ahmad Zaini juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta. Ia mengaku terkesan dengan energi yang ditunjukkan para guru dan tenaga kependidikan meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.
“Tadi waktu lagu Indonesia Raya dan Sang Surya dikumandangkan, suaranya sangat menggelegar. Itu menunjukkan semangat kita dalam mengikuti kegiatan Baitul Arqam pada pagi ini. Walaupun puasa, harus tetap semangat,” ujarnya.
Zaini menekankan bahwa sekolah Muhammadiyah memiliki peran lebih dari sekadar institusi pendidikan formal. Menurutnya, sekolah adalah ruang pengabdian dan tempat lahirnya kader-kader persyarikatan yang tangguh. “Jangan lupa, ketika masuk ke Cabang Ngagel harus mengingat bahwa ini adalah lahan pengabdian,” tegasnya.
Melalui kegiatan yang juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten seperti Sugeng Purwanto, Dr. H. Ridlwan, hingga Prof. Dr. Achmad Zuhdi Dh, PCM Ngagel berharap Baitul Arqam ini memberikan dampak nyata.
“Semoga setiap iktikad baik yang kita lakukan mendapatkan ridho dan berkah dari Allah SWT, serta benar-benar melahirkan kader-kader militan yang siap mengabdi untuk persyarikatan dan umat,” pungkasnya berharap.






0 Tanggapan
Empty Comments