
PWMU.CO – Tagline “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Indonesia Maju” menggema dalam kegiatan Capacity Building yang diselenggarakan oleh Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lamongan di Aula Masjid Asy-Syifa’, Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) pada Sabtu (8/2/2025).
Spirit teologi al-Ma’un menjiwai gerakan Aisyiyah, yang terlihat dalam keberpihakan organisasi ini terhadap anak, perempuan, dan kaum dhuafa melalui berbagai aktivitas dakwah.
Ketua PDA Lamongan, Diyana Mufidati, dalam sambutannya menegaskan bahwa ‘Aisyiyah harus peduli terhadap generasi mendatang.
“Jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah iman, fisik, dan ekonomi,” ujarnya.
Diyana juga menjelaskan bahwa, sebagai tindak lanjut Jambore Kader Nasional yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah pada (8-10/11/2024), PDA Lamongan mencanangkan gerakan Aisyiyah Berperspektif GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion). GEDSI merupakan pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan isu kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial dalam kebijakan serta program kerja organisasi.

Prioritas Gerakan GEDSI Aisyiyah Lamongan
Menurut Diyana, ada empat fokus utama yang menjadi perhatian dalam implementasi GEDSI di Lamongan:
- Peran Perempuan dalam Masyarakat
Aisyiyah masih menghadapi ketimpangan pemahaman terkait peran perempuan. Dalam beberapa komunitas, perempuan masih dianggap sekadar “kanca wingking” yang hanya berfokus pada urusan rumah tangga. Oleh karena itu, Aisyiyah berupaya meningkatkan kesadaran bahwa perempuan juga dapat menjadi penggerak keluarga dan pembangunan bangsa. - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Inklusi
PAUD Aisyiyah Lamongan berkomitmen untuk tidak menolak Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), sebagai bagian dari realisasi pendidikan inklusif yang memberikan kesempatan bagi semua anak untuk belajar bersama tanpa diskriminasi. - Desa Model Pencegahan Perkawinan Anak (SADEL CEPAK)
Program SADEL CEPAK di Desa Medalem, Kecamatan Modo, berfokus pada pencegahan pernikahan dini. Hal ini penting untuk menyelamatkan generasi mendatang dari risiko stunting, perceraian, serta ketidaksiapan menghadapi kehidupan rumah tangga. - Gerakan Peduli Mustadh’afin (Dhuafa) dan Yatim Piatu
Dalam menyambut Ramadan, PDA Lamongan bekerja sama dengan Lazismu untuk menggalang Dana Peduli Dhuafa dan Yatim Piatu. Dana ini akan digunakan untuk memberikan Kado Ramadan kepada mereka yang membutuhkan.
Sinergi Majelis dalam Perlindungan Perempuan dan Anak
Ketua panitia, Khusnun Niyah, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 180 peserta, terdiri dari anggota Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS), Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK), serta Majelis Hukum dan HAM (MHH) PDA Lamongan, serta perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Lamongan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas anggota Aisyiyah dalam isu perlindungan perempuan dan anak.
“Kami berharap kegiatan ini memperkuat sinergi antarmajelis dalam menyusun solusi serta intervensi bersama terkait masalah sosial dan hukum,” ujar Khusnun.
Dengan adanya gerakan Aisyiyah Berperspektif GEDSI, diharapkan perempuan lebih berdaya, anak-anak terlindungi, dan Indonesia semakin maju.
Penulis Ari Kusdiyana Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun