
PWMU.CO – Setelah bersaing dengan ratusan peserta dari SD/MI Muhammadiyah se-Jawa Timur, siswa Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya, Surabaya, berhasil meraih juara dalam ajang M-Son9o Fest 2K25 yang digelar pada Rabu-Sabtu (5-8/2/2025).
Ajang yang bertajuk “Junjung Tinggi Sportivitas, Utamakan Akhlak, Wujudkan Prestasi” ini merupakan kompetisi yang digelar dalam rangka Milad ke-47 SMP Muhammadiyah 9 Surabaya. Lomba tersebut berlangsung di sekolah berbranding “Sekolah Akhlak”, yang berlokasi di Jalan Jojoran Nomor 50, Surabaya.
Berbagai lomba yang diselenggarakan meliputi Lomba Adzan, Tartil, Tahfidz, Kaligrafi, Dai Cilik, Olimpiade Matematika, Bahasa Inggris, IPA, IPS, Futsal, Cerdas Cermat Islami, Banjari, serta E-Sport.
Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya, yang berlokasi di Jalan Baratajaya I Nomor 11, Surabaya, mengirim puluhan siswa untuk berpartisipasi dalam lomba. Dari peserta yang dikirim, tiga siswa dan Tim Banjari berhasil meraih juara.
Berikut para pemenangnya:
‣ Muhammad Hasan Abdullah siswa kelas V meraih Juara III Olimpiade IPA.
‣ Pramatya Rasyid Yudanto siswa kelas VI meraih Juara Harapan I Olimpiade IPA.
‣ Baihaqi Azka Permadi dari siswa VI meraih Juara Harapan III Olimpiade Matematika.
‣ Tim Banjari meraih Juara III.
Kepala Urusan (Kaur) Kesiswaan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ira Nurmasari SPd mengucapkan selamat kepada para siswa yang telah meraih prestasi.
“Terima kasih sudah berusaha dan berjuang maksimal untuk memberikan hasil yang terbaik,” ungkapnya.
Selain mengucapkan selamat kepada para pemenang, ia juga memberikan motivasi bagi peserta lain yang belum meraih juara.
“Selamat bagi yang telah meraih juara, dan jangan berkecil hati bagi yang belum berhasil. Insyaallah, semua yang sudah mewakili sekolah dalam lomba adalah juara,” ujarnya.
Mengikuti lomba, lanjut Ustadzah Ira, sapaan akrabnya, merupakan ajang untuk menunjukkan bakat hasil dari latihan yang telah mereka jalani.
“Selalu berusaha untuk menjadi lebih baik. Kemenangan adalah bonus, sedangkan kekalahan hanyalah kemenangan yang tertunda, asalkan kita tetap semangat berlatih,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelum lomba, para peserta telah menjalani latihan secara rutin.
“Latihan untuk olimpiade dilakukan setiap Sabtu saat pembinaan, sedangkan Tim Banjari berlatih intensif selama dua minggu selain jadwal ekstrakurikuler sebelum lomba,” pungkasnya.
Siswa kelas VI yang meraih juara harapan I Olimpiade IPA, Pramatya Rasyid Yudanto mengaku senang bisa meraih juara olimpiade IPA.
“Alhamdulillah, aku senang bisa meraih Juara Harapan I. Selanjutnya, aku akan lebih fokus mempersiapkan lomba berikutnya agar bisa memberikan hasil yang lebih baik lagi,” ungkapnya. (*)
Penulis Riska Oktaviana Editor Ni’matul Faizah