
PWMU.CO – Ketika dunia pendidikan semakin menuntut pengembangan sikap saling menghargai dan keberagaman yang harmonis, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) Banyuwangi berhasil mencuri perhatian dengan meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Sekolah Moderasi Beragama tingkat Kabupaten Banyuwangi (20/02/2025).
Lomba ini diadakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 Kemenag RI.
Perlombaan ini mengusung tema pentingnya moderasi beragama, sebagai langkah untuk memperkuat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
Kepala SMK Models, Muhlas Efendi ST, menyatakan bahwa sejak dua tahun lalu, sekolah ini telah ditunjuk oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai salah satu dari tiga sekolah di Indonesia yang melaksanakan program moderasi beragama.
“Kami sudah terbiasa menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Program ini bertujuan untuk mencetak siswa yang moderat, toleran, dan mampu menghargai perbedaan,” jelas Muhlas.

Mekanisme Perlombaan
Awalnya, dilakukan kunjungan dari tim Institusi Moderasi Beragama yang dipimpin oleh Abdul Wahid pada Kamis (19/12/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk mengamati penerapan moderasi beragama di sekolah tersebut serta menggali potensi dalam membentuk karakter siswa yang moderat.
Beberapa siswa yang beragama selain Islam juga diwawancarai secara langsung mengenai bagaimana sistem pembelajaran di SMK Models terkait dengan beragam agama yang ada.
Dalam sambutannya, Abdul Wahid menyampaikan apresiasi atas upaya SMK Models dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama. “Kami datang untuk melihat secara langsung penerapan moderasi beragama yang sudah dijalankan di SMK Muhammadiyah 8 Siliragung,” ujarnya.
“Hal ini bertujuan untuk menggali potensi moderasi beragama dalam membentuk karakter moderat siswa. Kami berharap, sekolah ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama,” ungkapnya.
Dengan jumlah siswa lebih dari 700 dan beragamnya kepercayaan/agama yang mereka anut, SMK Models Banyuwangi mampu mengakomodasi itu semua. Hal ini terbukti dengan penyediaan guru-guru agama di SMK Models yang tidak hanya mengajarkan agama Islam saja.
“Walaupun SMK Models notabene adalah sekolah berbasis Islam, kami menerima berbagai siswa dari agama selain Islam, karena semua memiliki hak yang sama di mata pendidikan,” ungkap Sigit Purnomo SAg guru Agama Islam di SMK Models.
Hingga akhirnya, SMK Models berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Sekolah Moderasi Beragama se-Kabupaten Banyuwangi.

Komitmen SMK Models untuk Toleransi dan Moderasi
“Lomba ini sifatnya dadakan, tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya. Tiba-tiba kami menerima telepon bahwa besok tim Kemenag akan melakukan silaturahim ke sekolah. Kata guru agama, untuk melihat sistem pembelajaran mengenai keberagaman agama,” ujar Muhlas Efendi ST, Kepala SMK Models Banyuwangi, dengan penuh rasa bangga.
“Kami pun secara otomatis siap, karena ini sudah menjadi budaya yang sudah lama di SMK Models,” tambahnya.
Dengan meraih Juara 2, SMK Models Banyuwangi tidak hanya berbangga hati, tetapi juga bertekad untuk terus mengembangkan ide-ide moderasi beragama dalam lingkungan sekolah dan masyarakat.
Sekolah ini berharap bahwa apa yang mereka capai akan menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk mengedepankan dialog antarumat beragama, serta menghindari segala bentuk intoleransi beragama.
Kegiatan moderasi beragama di SMK Models telah memberikan dampak positif bagi para siswa. Salah satu siswi, Firdiana Agustina, yang beragama Kristen, berbagi pengalamannya.
“Meskipun SMK Models merupakan sekolah dengan basis agama Islam, guru dan teman-teman tidak pernah mengucilkan saya meskipun kami berbeda keyakinan,” tuturnya.
Prestasi ini semakin memperlihatkan bahwa pendidikan yang mengutamakan toleransi dan moderasi adalah langkah yang sangat penting dalam mewujudkan generasi yang mampu menjaga persatuan bangsa.
Semoga keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi SMK Models dan sekolah-sekolah lainnya untuk terus berinovasi, menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih damai dan inklusif, serta berperan aktif dalam pembangunan karakter bangsa yang lebih baik.(*)
Penulis Cici Arista Editor Zahrah Khairani Karim