Siswa Zaman Now: Usai UTS Bukan Malah Bersantai Ria tapi Buat Kreasi dan Karya

100
Hikmah Press
Fery Sandi (tengah) asyik membuat egrang bersama teman-temannya (foto: Humaiyah/pwmu.co)

PWMU.CO-Terus berkreasi dan berkarya. Kalimat itu seperti sudah menjadi motto SMP Muhammadiyah 04 Tanggul (SMP Muhata) Jember. Paling tidak, itu terlihat dari eksistensi SMP Muhata belakangan ini. Sekolah ini terus mendorong para siswa untuk terus berkreasi dan berkarya. Bahkan, siswa-siswi sekolah ini tidak juga ingin bersantai ria, meski Ujian Tengah Semester (UTS) telah selesai.

Rabu (14/3/2018) misalnya, merupakan hari pertama masuk setelah UTS digelar. Mestinya, para siswa bisa bersantai setelah sekian hari menjalani ujian yang cukup melelahkan. Namun, para siswa justru kian disibukkan dengan berbagai macam kegiatan, mulai dari kegiatan membersihkan lingkungan sekolah, membersihkan mushola AL-Ihsan, menanam bunga di sepanjang jalan depan sekolah, belajar transaksi bambu, membuat egrang , hingga memotong rumput di halaman belakang.

Baca Juga:  Ber-HW Sambil Belajar Makna 12 Sinar Logo Muhammad(iyah) di Pintu Kakbah
iklan

Hari–hari berikutnya juga sudah diagendakan banyak kegiatan sambil menunggu pembagian raport sisipan,, di antaranya  lomba egrang, membuat gawang futsal, kasti, lomba fashion busana muslimah, belajar bersama Pak Polisi serta berbincang–bincang dengan wartawan Radar Jember, Ruly Efendi.

“Pak, jangan mahal-mahal  bambunya, kita kan bertetangga,” kata Rizal, siswa kelas VIIIB menawar beberapa potong bambu pada pedagang. Pedagang bambu hanya menjawab dengan senyuman. Kebetulan tempat berjualan bambu tidak jauh dari sekolah.

“Egrang permainan anak–anak jaman dulu, namun kids jaman now juga harus tahu, permainan ini murah dan  menguji ketangkasan. Kami minta anak–anak membuat egrang sendiri, baru besok kita akan mengadakan lomba egrang,” jelas Wakil Kepala SMP Muhata, Sitti Azizah.

Baca Juga:  Ber-HW Sambil Belajar Makna 12 Sinar Logo Muhammad(iyah) di Pintu Kakbah

Beberapa siswa dari kelas VIII-B terlihat sangat terampil membuat egrang. Fery Sandi, contohnya, sangat mahir memotong dan membuat egrang. Di tangannya, sepasang egrang bisa dibuat hanya dalam waktu setengah jam.

“Fery Sandi terbiasa kerja, Bu. Dia sangat rajin membantu ayahnya di rumah”, jelas Nopri, teman sekelas sekaligus  tetangganya.

Tak kalah dengan mereka, di bagian lain halaman belakang beberapa siswa juga kelihatan semangat dan asyik memotong rumput menggunakan alat pemotong. Mereka bergantian mencoba alat pemotong rumput. Di tengah kesulitan menggunakan alat, beberapa anak ada yang menertawakannya. Malah ada yang bergaya pengawas saja.

“Ayo, Mas. Di sebelah sini panjang,” perintah Jundi kepada Hafidz yang asyik mencoba alat. Hafidz hanya merespon dengan melirik saja sambil melanjutkan aktifitasnya. (Humaiyah)

Baca Juga:  Ber-HW Sambil Belajar Makna 12 Sinar Logo Muhammad(iyah) di Pintu Kakbah