Pamer Jurus Katak Melempar Tubuh, eh …. Salah Sasaran: Hari Pertama Tapak Suci di Sekolah ‘Mewah’

190
Hikmah Press
Siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Driyorejo sedang berlatih Tapak Suci. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Semilir angin pagi berembus mengiringi shalat Dhuha siswa kelas 1. Bacaan Surat Alfatihah dan Annaaziat, membaur dalam syahdu suasana Masjid Nur Hidayah pagi ini pukul 7.00 WIB.

Itulah aktivitas sehari-hari siswa sekolah dasar yang “mewah” alias mepet sawah atau bersebelahan dengan deretan sawah.

iklan

Tapi kali ini ada yang beda. Usai melaksanakan shalat Dhuha, para siswa itu dikejutkan oleh kehadiran seorang yang mengenakan seragam merah berhias kuning, berdiri gagah dengan senyum melebar.

“Ada pendekar, Tadz,” celetuk Damar Langit Lintang Prasetyo. Siswa yang bertubuh mungil itu terkejut dengan kedatanagan pria itu.

Sekolah sengaja “merahasiakan” kedatangan tamu yang diundang tersebut. Sehingga para siswa seperti mendapatkan surprise.

Baca Juga:  Agar Mendunia, Tapak Suci Harus Bisa Diilmiahkan

Sabtu (7/4/18) adalah hari pertama dimulainya kegiatan ekstrakulikuler atau eskul Tapak Suci. Seluruh siswa gembira menyambut, termasuk Langit—sapaan anak mungil tadi. Segeralah latihan dimulai.

Diawali dengan pembelajaran sikap sempurna. Teriakan melengking menjadi khas tersendiri ketika melakukan sikap sempurna.

Dalam waktu satu jam, pembelajatan Tapak Suci diakhiri. Para siswa mendapatkan ilmu baru yakni pukulan katak melempar tubuh.

Usai latihan ada yang berlari ke arah kantor, menemui seorang guru. “Ustadz, aku sudah bisa silat. Hore….” terikan Shello Lattyfia Wicaksono, sembari memamerkan kemampuan di depan Siti Nur Hidayah, salah satu guru.

Saking semangatnya, Shello tak sadar gerakan gerakan pukulan katak melempar tubuh yang dipamerkan itu mengenai guru lain yang ada di sampingnya. “Ups… maaf Ustadz, ndak sengaja,” ujarnya sambil tersipu malu.

Baca Juga:  Termotivasi Bahagiakan Sang Bunda, Siswa Ini Juarai Kompetisi Piano  

Hari pertama, pelaksanaan Tapak Suci ini memunculkan atmosfir keceriaan di SD Muhammadiyah 1 Driyorejo, Gresik—yang baru memiliki kelas I alias baru berdiri setahun berjalan.

“Semoga semangat mereka tetap terjaga dan bisa diwariskan pada adik-adik kelas nanti,” kata Teguh Abdillah, sang kepala sekolah. Dia bersyukur, kuota pendaftaran dua kelas untuk siswa baru tahun pelajaran 2018/2019 sudah hampir terpenuhi. (MN)