Plontos Tahallul di Mekah: Cukup 2 Menit, 10 Real, dan Cling

271
Hikmah Press
Suasana salah satu barber shop yang ada di sekitar Masjid ALharam, Mekah. (Tjatur for PWMU.CO)

PWMU.CO – Mencukur gundul atau memangkas rambut adalah salah satu dari amalan wajib umrah. Itu pula yang dilakukan jamaah umrah PT. Relasi Laksana Wisata, memungkasi rangkaian ibadah umrah di Mekah, Arab Saudi, Kamis (12/4/18) dini hari waktu setempat.

Meskipun diperbolehkan hanya memangkas sebagian rambut, tapi jamaah pria yang mengikuti perjalanan ibadah umrah melalui biro travel milik Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu memilih mencukur habis rambut alias gundul alias plontos.

iklan

“Selepas melakukan sai 7 kali yang berakhir di Bukit Marwah, jamaah umrah melakukan tahallul yang ditandai dengan memotong rambut kepala,” ujar dr Tjatur Prijambodo MKes, salah satu jamaah, yang melaporkan langsung dari Tanah Suci, kepada PWMU.CO, Kamis (12/4/18) siang WIB.

Baca Juga:  Ketika Ustadz Muhammadiyah Jadi Rebutan Jamaah Haji Berbagai Bangsa untuk Cukur Rambut saat Tahallul

“Untuk lebih sempurnanya tahallul, jamaah pria rombongan kami memilih untuk memangkas habis rambutnya alias plontos,” ujarnya.

Menurutnya, mencukur gundul lebih utama daripada memangkas adalah karena Nabi SAW, memintakan ampun kepada Allah bagi yang cukur tiga kali, dan bagi yang memangkas satu kali, sebagaimana hadits riwayat Bukhari-Muslim.

“Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Ya Allah, ampunilah mereka yang menggundul habis.’ Para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana kalau cuma sekedar memendekkan?’ Beliau masih bersabda, ‘Ya Allah, ampunilah mereka yang menggundul habis.’ Para sahabat balik bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana cuma sekedar memendekkan?’ Beliau masih bersabda, ‘Ya Allah, ampunilah mereka yang menggundul habis.’ Para sahabat kembali bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana cuma sekadar memendekkan?’ Baru beliau menjawab, ‘Dan juga bagi yang memendekkan.’”

Baca Juga:  Ketika Ustadz Muhammadiyah Jadi Rebutan Jamaah Haji Berbagai Bangsa untuk Cukur Rambut saat Tahallul

Nah, di sekitar Masjid Alharam, ungkap Tjatur, tidaklah terlalu sulit mencari tempat cukur rambut. “Barber shop bertebaran di seputar Masjid Alharam. Dan semuanya dipenuhi jamaah,” ujar Tjatur.

Dia menceritakan, para tukang cukur di barber shop itu sangat cekatan dalam menggunakan pisau sekali pakai. “Mereka hanya butuh waktu dua menit dan langsung cling: rambut di kepala sudah terpangkas habis,” ujarnya. Untuk jasa itu, jamaah cukup membayar 10 real (1 real sekitar Rp 3.672).

Dengan tahallul yang ditandai cukur rambut itu, maka jamaah boleh melepas pakaian ihram, karena rangkaian ibadah umrah sudah selesai.

Jamaah PT. Relasi Laksana Wisata melakukan umrah pada hari keenam, dengan mengambil miqat di Masjid Birr Ali, Madinah.

Baca Juga:  Ketika Ustadz Muhammadiyah Jadi Rebutan Jamaah Haji Berbagai Bangsa untuk Cukur Rambut saat Tahallul

Lantunan kalimat talbiyah yang dikumandangkan rombongan usai miqat terasa menggetarkan hati: “Labbaik Allah Humma Labbaik …” Sepanjang perjalanan sampai Kota Mekah, kalimat itu terus dikumandangkan jamaah.

“Setelah tiba di Mekah, rombongan singgah sebentar ke Hotel Nousour Muhajreen. Lalu melakukan thawaf yang dipimpin Ustadz Juprie Ubaid dan Ustadz Badarman Hasan Rifai,” jelas Tjatur. (MN)