AMM Jangan Jadi Generasi Strawberry, Tampak Menggiurkan tapi Cepat Membusuk

80
Hikmah Press
Nely/pwmu.co
Dr Yuhnorur Efendi memberi sambutan dalam halal bihalal AMM Lamongan.

PWMU.CO-Hati-hati memasuki era disrupsi sekarang ini. Perusahaan yang semula berjaya tiba-tiba bisa merosot bangkrut. Disarankan Angkatan Muda Muhammadiyah harus menjadi kader tangguh menghadapi zaman ini karena perubahan sangat cepat.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Lamongan Dr Yuhnorur Efendi SE MM MBA dalam acara Silaturrahim dan Halal Bihalal Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Lamongan di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kamis (12/7/2018).

iklan

Menurut Yuhnorur, era disrupsi merupakan fenomena perubahan yang drastis. Dia memberi contoh, dulu Nokia menjadi handphone paling laris dan merajai pasar dunia. Namun kemudian bangkrut saat muncul smartphone dan android. Begitu juga dengan Yahoo yang pernah berjaya, saat ini dikalahkan oleh Google.

“Dalam waktu cepat langsung berubah. Karena Nokia tidak menyambut dengan baik kedatangan andorid, akhirnya wassalam. Begitu juga dengan Yahoo, dulu kita bangga menggunakannya. Tapi sekarang, Yahoo hampir sudah tidak ada,” tuturnya.

Berkaca dari hal itu, Yuhnorur Efendi berpesan kepada AMM Lamongan agar jangan menjadi strawberry generation. “Saya membaca buku Prof Rhenald Kasali yang menyatakan adanya fenomena strawberry generation. Di mana sesuatu terlihat indah, ranum, merah dan koyok-koyoko, tapi jika disentuh sedikit saja rapuh. Disimpan sebentar saja mudah busuk,” ucapnya.

Sekda yang juga menjadi senior advisor Persela Lamongan itu menuturkan cara pertama menghindari menjadi strawberry generation dengan mengubah mindset.

“Mindset adalah cara berpikir. AMM tidak boleh memiliki fix mindset, merasa sudah cukup puas dengan ijazah atau IPK. Sebaliknya AMM harus mempunya grow mindset. Pola pikir yang bisa tumbuh dan bisa beradaptasi dengan lingkungan. Tidak mudah putus asa dan sakit hati ketika yang diperjuangkan tidak sesuai kenyataan. Tapi ia selalu tumbuh, belajar dan menempa diri,” katanya.

Cara kedua, menjadi pelopor dan teladan gerakan literasi. Menurut Yuhnorur, saat ini gerakan literasi menjadi bekal. Pemerintah Kabupaten Lamongan telah mencanangkan gerakan Lamongan Membaca, Gerakan Lamongan Menghafal.

”Angkatan Muda Muhammadiyah harus turut serta mendorong dan menjadi pelopor dalam gerakan-gerakan yang telah Pemkab canangkan sehingga saling bersinergi untuk mewujudkan generasi yang cemerlang,” ujarnya. (Nely Izzatul)