Meskipun Panas, Murid-Murid Itu Tetap Bersemangat Thawaf dan Sai di Lapangan

70
Hikmah Press
Munir/pwmu.co
Murid SD Mutu Ngadiluwih berlari antara Shafa-Marwah dalam manasik haji.

PWMU.CO-SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih (SD Mutu) mengadakan manasik haji di Lapangan Tamtama Desa Purwokerto, Sabtu (15/9/2018) pagi. Kegiatan ini diikuti semua siswa kelas 1-6 ditambah murid  TK Aisyiyah  1, 2, dan 3.

Orangtua mengantarkan anak-anaknya ke lokasi sejak pagi. Berkumpul di lapangan untuk mendapat pengarahan. Lapangan sudah diubah settingnya mirip seperti Masjidil Haramdan tempat-tempat haji.

iklan

Ada replika Kakbah tempat thawaf, maqam Ibrahim, dan sumur Zamzam.  Di sebelahnya ada masa’a tempat sai antara bukit Shafa dan Marwah.  Kemudian tugu jumrah, Mina, Padang Arafah, dan Musdalifah.

Pelaksanaan manasik haji dimulai pukul 07.00. Para peserta dibagi per kloter dengan KBIH sesuai dengan nama kelas dan TK. Lokasi berkumpul dianggap sebagai tempat miqat untuk memulai niat haji dan berpakaian ihram.

Peserta menjalankan manasik sesuai dengan Rukun Haji dan Wajib haji secara berurutan. Berangkat dari tempat miqat mereka mengumandangkan talbiyah. Maka bergemuruhlah lapangan itu dengan suara Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syarikalaka labbaik, innal hamda, wani’mata laka wal mulk laa syarikalaka….

Rombongan menuju Padang Arafah untuk wukuf.  Setelah itu berpindah ke Muzdalifah.  Peserta kemudian menuju Kabah untuk thawaf ifadhah. Seterusnya sai antara Shafa dan Marwah. Ketika melaksanakan sai cuaca mulai terasa panas. Tapi tak menyurutkan semangat siswa. Mereka tetap berjalan dan berlari tujuh kali.

Terus melempar jumrah dengan tujuh kerikil. Terakhir  melaksanakan tahalul dengan memotong rambut sebagai tanda manasik haji selesai.

Acara manasik haji ini sudah ditunggu orangtua dan siswa. Sebab biasanya dilaksanakan di bulan Dzulhijjah. Kali ini diadakan bulan Muharram.

Kepala SD Mutu Moch Safi’i  mengatakan, memang biasanya kegiatan ini diagendakan bersama baksos Idul Adha. Karena waktu itu banyak acara  maka manasik haji mundur hingga Muharram.

Dia menjelaskan, manasik haji merupakan upaya penguatan materi pelajaran Al Islam. Dengan praktik manasik diharapkan siswa menguasai materi yang telah diajarkan. ”Juga memberikan motivasi melaksanakan ibadah haji ke Baitullah,” katanya.  (Munir)

Munir/pwmu.co
Murid SD Mutu Ngadiluwih thawaf di replika Kakbah saat manasik haji.