Tiga Pesan untuk Kader yang Terjun ke Dunia Politik

60
Pasang Iklan Murah
Dien/pwmu.co
Rif’an Masykur menjelaskan khiththah Muhammadiyah.

PWMU.CO-Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang mengadakan pendalaman materi Khiththah Muhammadiyah dalam bernegara. Acara bertempat di Aula Gedung Dakwah, Ahad (24/2/2019).

Hadir sebagai pembicara Rif’an Masykur, ketua PDM Kota Malang periode 2010-2015. Peserta kajian ini pengurus dari Majelis, Lembaga, Pimpinan Ranting, Cabang, Ortom, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

iklan

Dalam pemaparannya Rif’an menjelaskan, kader terjun ke dunia dunia politik menjadi legislatif sejalan dengan dakwah persyarikatan untuk amar makruf nahi mungkar.

”Legislator dalam berpolitik harus punya spirit pengembangan masyarakat. Berorientasi pada masyarakat luas jangan hanya terfokus pada kelompok sempit, berjuang demi mewujudkan masyarakat madani sesuai tujuan Muhammadiyah,” ujar Rif’an.

Dia mengutip pendapat Mawardi tentang syarat ideal legislator dalam pandangan Islam pertama, adil. Yaitu orang yang mempunyai integritas moral, ibadah dan ketakwaan kepada syariat.

Kedua, berilmu. Yaitu memiliki kompetensi menjadi legislator, wawasan tentang bernegara yang baik serta relasi yang memadai. Ketiga, intelektual dan kebijaksanaan.

Kemudian Rif’an menjelaskan surat At Taubah ayat 67-68. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama; mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf, dan mereka meng­genggamkan tangannya.

Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.

Dia berpesan agar umat Islam hati-hati kelompok munafik yang menyuruh kepada yang munkar dan mencegah kepada yang makruf. Kelompok ini akan merusak tatanan beragama, bermasyarakat dan bernegara.

”Silakan kepada warga Muhammadiyah untuk memilih partai dan anggota legislatif sesuai dengan hati nurani. Hati Nurani yang cerdas membaca tanda-tanda zaman dan ikhlas murni karena Allah swt,” kata Rif’an. (Dien)