Secarik Surat Berbahasa Jepang Itu Bikin Air Mata Tumpah

169
Pasang Iklan Murah
Khosyi’ (kedua dari kiri) saa menyerahkan surat pada bundanya. (Ichwan Arif/PWMU.CO)

PWMU.CO – Surat Achmad Khosyi’ Asajjad Ramandanta—siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik—kepada ibunya: Dwi Suliastari, menghadirkan rasa haru, bahkan tangis.

“Surat saya buat hampir dua jam. Ada bahasa Jepang di bagian akhir, seperti kata mutiara yang menggambarkan kecintaan dan rasa sayang saya pada ayah-ibu,” ujarnya, usai memberikan surat pada ibunya di acara Permohonan Doa Restu Siswa Kelas IX, di open hall sekolah, Sabtu (16/3/19).

Kegiatan yang diikuti 210 siswa dan orangtuanya tersebut merupakan agenda rutin sekolah menjelang ujian nasional. Di bagian akhir kegiatan, semua siswa menyerahkan secarik kertas surat berwarna pink yang diberikan ke orangtua masing-masing.

“Semoga melalui surat ini bisa memudahkan jalan dalam proses belajar untuk menyiapkan ujian. Semoga juga ketika membaca surat, Ibu memberikan doa demi kesuksesan,” kata cowok yang lolos Olimpiade Sain Nasioal Tingkat Kabupaten (OSN) mata pelajaran matematika tingkat SMA/SMK ini.

Khosyi’, begitu panggilan akrabnya, mempelajai bahasa Jepang secara otodidak. Dia menulis satu paragraf dengan bagasa itu dalam surat sebagai pamungkas yang menggambarkan keseluruhan isi surat.

iklan

“Kalau diterjemahkan isinya adalah ibu adalah cahaya, untuk itu mengapa aku sangat mencintai ibu, doa ibu, semuanya dari ibu, terima kasih banyak,” ujarnya.

Ucapan doa, cinta, dan terima kasih, lanjutnya, semoga bisa menggambarkan kasih sayang yang diberikan ibu selama ini.

Dihubungi secara terpisah, Dwi Suliastari, menyampaikan terharu sambil menangis saat membaca isi surat. “Saat mulai membuka surat, air mata ini sudah mengalir, apalagi saat menbaca isi surat. Terus, ditambah lagi kalimat di akhir surat yang menggunakan bahasa Jepang dan terjemahannya, perasaan ini terasa diaduk-aduk. Sangat terharu,” ungkapnya saat ditemui PWMU.CO. (Ichwan Arif)