Dua Ibu Menangis Bertemu Syeikh Palestina, Ini Penyebabnya

458
Pasang Iklan Murah
Syeikh Yahya Muhammad Al Shafei (kanan) dan Muhammad bagus Seto. (Ani/PWMU.CO)

PWMU.CO – Tepat sepuluh menit sebelum adzan Maghrib ulama asal Palestina Syeikh Yahya Muhammad Al Shafei (28) tiba di Masjid Al Ihsan Lebanisuko Wringinanom, Gresik, Kamis (23/5/19).

Masjid yang berada satu kompleks dengan Panti Asuhan Al Ihsan ini mulai ramai sejak sebelum Magrib. Penjual jajanan dan mainan anak-anak ikut mermaikan suasana.

iklan

Adzan Isya berkumandang, jamaah sudah bersiap-siap di tempatnya. Kali ini jamaah laki-laki berada di dalam masjid sedangkan jamaah perempuan berada di halaman masjid. Tidak ketinggalan jamaah anak kecil sebagian ikut shalat dan ada juga yang berlari-larian.

Sekitar 45 menit, shalat Isya dan Tarawih dipimpin oleh Syeikh Yahya kelahiran Kota Gaza itu. Usai shalat, di menyampaikan bagaimana kehidupan di Palestina ketika Ramadhan. “Saya sampai di Indonesia seperti berada di tepian surga tetapi saudara kita yang ada di Palestina ketika sahur dan berbuka puasa diiringi suara bom,” ujarnya dalam bahasa Arab seperti diterjemahkan Muhammad Bagus Seto.

Pemuda Palestina yang mendapat nilai istimewa di Pendidikan Darul Quran pada usia 16 tahun ini menceritakan bahwa perjalanannya ke Indonesia tidaklah mudah. Diawali perjalanan dari negaranya dengan naik bus selama dua hari dan turun di negara Mesir. Setelah itu dilanjutkan penerbangan ke Madinah dan Makkah untuk menjalankan ibadah Umrah. “Umrah merupakan perjalanan agar bisa menuju Indonesia,” ujarnya.

Syeikh Yahya adalah duta Palestina yang digandeng Lazizmu Jawa Timur dalam program bertajuk “Ramadhan 1440 H Mencerahkan”. Dia keliling dari masjid ke masjid dan sekolah ke sekolah untuk menceritakan bagaimana kondisi di Palestina.

Kegiatan di Indonesia sekaligus untuk melakukan penggalangan dana bagi pembangunan rumah sakit di Kota Hebron. Di Masjid Al Ihsan, dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 31.543.500.

Salah satu jamaah bernama Nur Hasanah merasakan keprihatinannya mendengar langsung penderitaan saudara Muslim-nya di Palestina. Ia tak kuasa menahan air matanya.

Sementara itu jamaaah lainnya, Liswati, mengagumi bacaan Syeikh Yahya saat memimpin shalat. “Shalat Isya dan Tarawih kali ini seolah-olah di pelataran Kakbah yang dipimpin imam Masjid Alharam. Mengingatkan saya ketika melaksanakan ibadah Haji kemarin,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. (Ani Ummu Aida)