Sebanyak 11 guru mata pelajaran Cambridge di SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas) mengasah kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris melalui permainan Alphabet Sticks dan Topic Cards. Kegiatan ini menjadi bagian dari program English Speaking Club for Teachers (ESCT) yang digelar rutin setiap Rabu sore.
Kegiatan ESCT pada Rabu (14/10/2026) dipandu Putri Zulaiha Ria Agustina, S.Pd., atau yang akrab disapa Miss Putri. Guru Fisika International Class Program (ICP) Spemdalas ini menghadirkan aktivitas interaktif untuk mendorong peserta lebih berani dan percaya diri berbicara dalam bahasa Inggris.
Kegiatan diawali dengan tantangan menyusun kalimat spontan menggunakan lima huruf alfabet yang diambil secara acak dari Alphabet Sticks. Peserta diminta merangkai kata berdasarkan huruf yang diperoleh, kemudian menggunakannya dalam sebuah kalimat berbahasa Inggris.
Sebagai contoh, dari huruf L, B, M, B, dan G, peserta dapat menyusun kalimat, “Lily bought her mother a birthday gift.”
Permainan sederhana ini tidak hanya menguji penguasaan kosakata, tetapi juga melatih kreativitas, kecepatan berpikir, dan spontanitas peserta dalam menyusun kalimat.
Memasuki kegiatan inti, peserta mengambil satu kartu topik atau Topic Cards. Mereka diberi waktu beberapa menit untuk menyiapkan gagasan sebelum menyampaikannya secara bergantian dalam bahasa Inggris.
Topik-topik ringan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat peserta lebih leluasa mengungkapkan pendapat. Suasana belajar pun terasa lebih santai karena peserta tidak dituntut untuk langsung berbicara dengan sempurna.
Miss Putri mengungkapkan, ide kegiatan tersebut telah dipikirkannya selama kurang lebih dua minggu. Sementara itu, persiapan teknis dilakukan dalam beberapa jam di sela-sela aktivitas mengajar.
“Saya ingin kegiatan ini bukan sekadar ruang belajar, tetapi juga menghadirkan suasana nyaman agar peserta tidak merasa sedang diuji kemampuan bahasa Inggrisnya, melainkan belajar dan berkembang bersama,” ungkapnya.
Menurut Miss Putri, aktivitas berbasis visual dan pertanyaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membantu peserta berbicara lebih mudah dan ekspresif. Ia juga melihat perkembangan penguasaan kosakata peserta dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya.
Ke depan, ia berharap variasi aktivitas dalam ESCT semakin berkembang dengan tingkat tantangan yang lebih tinggi sehingga kemampuan berbicara peserta dapat terus meningkat.
Membiasakan Guru Mengajar dalam Bahasa Inggris
Koordinator ICP Spemdalas, Khotimatul Khusnah, S.Pd., menjelaskan bahwa hingga Oktober 2026, program ESCT telah terlaksana sebanyak lima kali. Program ini dirancang bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara teoretis, melainkan juga membangun kebiasaan menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari dan kegiatan pembelajaran.
“Target kami adalah guru ICP mampu menyampaikan instruksi, menjelaskan materi, mengajukan pertanyaan, serta memfasilitasi diskusi siswa menggunakan bahasa Inggris sesuai kebutuhan mata pelajarannya,” jelasnya.
Khotimatul menegaskan, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari kehadiran peserta. Keaktifan selama kegiatan dan peningkatan kepercayaan diri guru dalam berkomunikasi juga menjadi bagian penting dari evaluasi.
Oleh karena itu, ESCT akan terus dikembangkan melalui kegiatan yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di kelas internasional.
Manfaat program tersebut turut dirasakan Desy Suryani, M.Pd., guru Fisika ICP Spemdalas. Menurutnya, ESCT menjadi ruang berlatih yang membantu guru mata pelajaran nonbahasa Inggris mempersiapkan diri untuk menyampaikan materi menggunakan bahasa Inggris.
“ESCT menjadi wadah untuk berlatih, menambah kosakata, dan mengembangkan kreativitas dalam menyampaikan materi agar lebih menarik dan interaktif. Kegiatan ini juga membuat kami lebih siap dan percaya diri menjalankan peran sebagai guru ICP,” tuturnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments