Hari pertama ekstrakurikuler Art Desain di SD Muhammadiyah 16 Surabaya tidak langsung diisi dengan praktik membuat desain digital. Sebaliknya, para peserta diajak menyusun kesepakatan belajar bersama melalui diskusi yang berlangsung aktif dan penuh antusias, Selasa (28/7/2026).
Puluhan siswa tampak silih berganti mengangkat tangan untuk menyampaikan pendapat. Mereka tidak hanya mendengarkan arahan guru, tetapi diberi kesempatan menentukan aturan yang akan menjadi komitmen bersama selama mengikuti ekstrakurikuler.
Kegiatan diawali pukul 14.00 WIB setelah seluruh pembelajaran reguler berakhir. Sebelum diskusi dimulai, Akhmad Saifuddin Zuhri, S.Pd. memimpin doa, dilanjutkan absensi peserta.
Guru pembina Art Desain, Assabaniyah, A.Md., sengaja mengawali pertemuan dengan mengajak siswa berdialog.
“Hari ini ustadzah belum ingin langsung masuk materi. Saya ingin mendengar ide dari kalian terlebih dahulu. Menurut kalian, aturan apa yang perlu kita sepakati agar ekstrakurikuler ini berjalan tertib, nyaman, dan menyenangkan?” ujar guru yang akrab disapa Ustadzah Neea.
Ajakan tersebut langsung disambut antusias. Hampir seluruh siswa berebut mengangkat tangan untuk menyampaikan usulan.
Dwita Lucya Harcahya Putri, siswi kelas V, mengusulkan pentingnya disiplin waktu selama mengikuti kegiatan.
“Semua peserta sebaiknya datang tepat waktu dan tidak terlambat supaya kegiatan bisa dimulai bersama,” katanya.
Sementara itu, Aluna Kinasih, siswi kelas IV, mengingatkan pentingnya kesiapan perangkat belajar.
“Kalau belajar Canva, peserta sebaiknya membawa handphone yang memiliki paket data agar praktiknya lancar,” usul Aluna.
Berbagai usulan lain terus bermunculan. Guru menuliskan setiap ide sebelum akhirnya seluruh peserta menyepakati aturan yang akan diterapkan bersama selama satu semester.
Kegiatan Pengembangan Diri
Koordinator Ekstrakurikuler SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ajeng Putri Wulan Ayu, S.Pd., mengatakan pelaksanaan hari pertama menunjukkan tingginya minat siswa terhadap kegiatan pengembangan diri.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti ekstrakurikuler. Setelah jam pelajaran selesai, mereka langsung menuju lokasi masing-masing. Karena pilihan ekstrakurikuler cukup banyak, ada beberapa siswa yang sempat salah menuju kelas. Ekstrakurikuler dilaksanakan setiap hari Selasa dan Rabu, sedangkan hari Sabtu digunakan untuk pembinaan khusus,” jelasnya.
Menurut Kepala Urusan Humas SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Agus Mulyadi, M.Pd., pola pembelajaran seperti ini merupakan bagian dari budaya sekolah yang memberi ruang kepada peserta didik untuk menyampaikan gagasan.
“Kami ingin siswa terbiasa menyampaikan pendapat secara santun dan bertanggung jawab. Melalui Kurikulum Leader in Me, budaya student voice menjadi bagian dari pembelajaran sehingga anak-anak merasa didengar dan ikut memiliki setiap proses yang mereka jalani,” ungkapnya.
Melalui pendekatan tersebut, hari pertama ekstrakurikuler Art Desain bukan sekadar awal pembelajaran keterampilan digital. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bermusyawarah, menghargai perbedaan pendapat, dan membangun tanggung jawab melalui aturan yang mereka rumuskan bersama. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting sebelum mereka mulai mengembangkan kreativitas dalam dunia desain. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments